Rabu, 30 September 2026
21:16 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Ade Mohammad Djohan

Ade Mohammad Djohan

Bagikan:
250px-Ade_Mohammad_Djohan%2CKami_Perkenalkan_%281954%29%2C_p91.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ade Mohammad Djohan

Ade Mohammad Djohan adalah seorang guru dan politikus Indonesia. Ia lahir di Sintang pada tanggal 25 September 1912. Ia menempuh pendidikan di Kweekschool Bukittinggi tahun 1930. Ia merupakan anggota partai Persatuan Indonesia Raya (PIR). Dari 1931 sampai 1941, ia bergerak dalam bidang pendidikan, diantaranya sebagai Guru Kepala Sekolah HIS Muhammadiyah Sigli (Aceh); Guru Jusuo Istituut Tebing Tinggi dan Guru Schakelschool PAB Ngabang, Kalimantan Barat. Pada zaman pendudukan Jepang, dari 1942 sampai 1945, ia duduk selaku ketua Haykiu Kumiai di Malawi Sintang Kalimantan Barat. Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ia menjabat sebagai Kepala Jawatan Distribusi Afdeling Sintang pada tahun 1946. Pada tahun 1947, Ia mengetuai Majelis Swapraja Sintang. Pada masa Republik Indonesia Serikat, ia menjabat sebagai anggota DPR RIS mewakili dari Kalimantan Barat.[1]

Referensi

  1. ↑ Penerangan, Indonesia Departemen (1954). Kami perkenalkan. Kementerian Penerangan.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan