Minggu, 27 September 2026
11:43 WIB
TERKINI
Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU

Ad fontes

Ad fontes adalah ungkapan Latin yang berarti "[kembali] ke sumber" (lit. "ke sumber").[1] Frasa ini melambangkan studi baru terhadap karya-karya klasik Yunani dan Latin pada masa humanisme Renaisans,[2] yang kemudian diperluas ke teks-teks Alkitab. Gagasan dalam kedua kasus tersebut adalah bahwa pengetahuan yang baik bergantung pada sumber-sumber yang paling awal dan paling mendasar.

Sejarah

Frasa ini terkait dengan ab initio, yang berarti "dari awal". Jika ab initio menyiratkan alur pemikiran dari prinsip-prinsip pertama ke situasi yang sedang dihadapi, ad fontes adalah sebuah pemunduran, sebuah gerakan kembali ke suatu asal, yang idealnya akan lebih jelas daripada situasi saat ini.

Frasa ad fontes muncul dalam Mazmur 42 dari Vulgata:[3]

Quemadmodum desiderat cervus (or Sicut cervus desiderat) ad fontes aquarum ita desiderat anima mea ad te Deus.[4] (Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.)

Frasa ini dalam pengertian humanis dikaitkan dengan penyair Petrarca, yang puisinya Rerum Vulgarium Fragmenta (c.1350) menggunakan citra rusa dari Mazmur.

Erasmus dari Rotterdam menggunakan frasa tersebut dalam karyanya De ratione studii ac legendi interpretandique auctores:[5]

Sed in primis ad fontes ipsos properandum, id est graecos et antiquos. (Di atas segalanya, kita harus bergegas ke sumber-sumber itu sendiri, yaitu, ke orang-orang Yunani dan kuno.)

Demikian pula, Reformasi Protestan menyerukan perhatian baru pada Alkitab sebagai sumber utama iman Kristen .

Lihat juga

Catatan

  1. ↑ Whitaker, William. "William Whitaker's Words". www.archives.nd.edu. Diakses tanggal 11 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Karakteristik mendasar dari Humanisme Renaisans terangkum dalam konsep ad fontes. Dipercaya bahwa dengan mempelajari teks-teks asli, baik klasik maupun Alkitab, akan ada aktualisasi dari peristiwa-peristiwa yang digambarkan"Justification by faith". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-02-07. Diakses tanggal 2007-02-13.
  3. ↑ Menurut Hans-Georg Gadamer (Truth and Method, hal. 502 dari terjemahan bahasa Inggris yang telah direvisi pada tahun 1989), terdapat bukti yang diberikan oleh E. Lledo bahwa para humanis Spanyol mengambil ungkapan tersebut dari sumber ini.
  4. ↑ Latin Vulgate Bible, Book Of Psalms Psalm 41
  5. ↑ "On the method of study and reading and interpreting authors." Erasmus von Rotterdam: De ratione studii ac legendi interpretandique auctores, Paris 1511, in: Desiderii Erasmi Roterodami Opera omnia, ed. J. H. Waszink u. a., Amsterdam 1971, Vol. I 2, 79-151.

Referensi

  • J.D. Tracy, Ad Fontes: The Humanist Understanding of Scripture as Nourishment for the Soul, in Christian Spirituality II: High Middle Ages and Reformation, (1987), editor Jill Raitt

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan