Minggu, 01 November 2026
21:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Acropora abrolhosensis

Bagikan:
Acropora abrolhosensis
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Cnidaria
Kelas: Hexacorallia
Ordo: Scleractinia
Famili: Acroporidae
Genus: Acropora
Spesies:
A. abrolhosensis
Nama binomial
Acropora abrolhosensis
Veron, 1985

Acropora abrolhosensis adalah spesies karang dari famili Acroporidae yang pertama kali dideskripsikan oleh John Veron pada tahun 1985. Spesies ini ditemukan di laguna yang terlindung dan terumbu dangkal, serta diklasifikasikan sebagai spesies rentan dalam Daftar Merah IUCN. Populasinya sedang menurun, dan sebagian besar spesimennya ditemukan di Australia Barat, meskipun spesies ini juga terdapat di banyak wilayah lainnya. Spesies ini juga tercantum dalam Apendiks II CITES.

Taksonomi

Acropora abrolhosensis pertama kali dideskripsikan oleh John Veron pada tahun 1985 di terumbu karang Australia.[1][2]

Deskripsi

Spesimen Acropora abrolhosensis ditemukan dalam koloni berbentuk pohon dan berwarna merah muda, biru, atau cokelat, dengan ujung cabang yang berwarna pucat.[3] Koloni-koloni ini terdiri atas beberapa cabang lurus yang memiliki koralit aksial besar (di ujung setiap cabang), sementara koralit radial (di sepanjang sisi setiap cabang) memiliki bukaan berbentuk lingkaran dan ujung yang membengkak.[3][4]

Koloni spesies ini dapat memiliki lebar lebih dari 10 meter (33 kaki) dan tinggi 2 meter (6,6 kaki), serta terkadang tumbuh dalam bentuk yang padat.[3][4] Koralit aksialnya berdiameter 2,5 hingga 3,5 milimeter (0,098 hingga 0,138 inci).[4] Penampilannya mirip dengan Acropora copiosa dan Acropora loisetteae.[3]

Spesies ini ditemukan pada kedalaman 2 hingga 18 meter (6,6 hingga 59,1 kaki), serta hidup di laguna tertutup yang terlindung dan di lereng terumbu yang terlindung.[1]

Sebaran

Acropora abrolhosensis dapat ditemukan di perairan Australia, Laut Jepang, Karang Penghalang Besar, Laut Koral, Laut Tiongkok Timur, Kepulauan Solomon, dan Samudra Pasifik bagian barat. Spesies ini melimpah di Kepulauan Houtman Abrolhos. Selain itu, spesies ini juga diduga terdapat di Kepulauan Marshall dan Fiji. Spesies ini terancam oleh kerusakan terumbu karang dan pemutihan karang, serta populasinya mungkin dipengaruhi oleh bintang laut mahkota duri (Acanthaster planci).[1] Karang ini dapat ditemukan pada suhu antara 22,22 hingga 28,63 °C (72,00 hingga 83,53 °F).[5]

Spesies ini diklasifikasikan sebagai rentan dalam Daftar Merah IUCN karena populasinya sedang menurun, dan juga tercantum dalam Apendiks II CITES. Jumlah populasinya tidak diketahui, tetapi kemungkinan terancam oleh berkurangnya terumbu karang secara global, peningkatan suhu yang menyebabkan pemutihan karang, serta penyakit.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Richards, Z.; Delbeek, J.C.; Lovell, E.; Bass, D.; Aeby, G.; Reboton, C. (2008). "Acropora abrolhosensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2008 e.T133133A3591848. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T133133A3591848.en. Diakses tanggal 11 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ B. Hoeksema (2014). "Acropora abrolhosensis Veron 1985". World Register of Marine Species. Diakses tanggal 12 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 "Acropora abrolhosensis Fact Sheet. Veron, 1985". Australian Institute of Marine Science. 2013. Diakses tanggal 12 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 Wallace, Carden (1 September 1999). Staghorn Corals of the World: A Revision of the Genus Acropora. Csiro Publishing. hlm. 78. ISBN 978-0-643-10281-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Measurements and facts about Acropora abrolhosensis". Encyclopedia of Life. Diakses tanggal 12 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan