Senin, 28 September 2026
21:58 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Achmad Zaky

Achmad Zaky

CEO-nya Bukalapak

Achmad Zaky
250px-Achmad_Zaky.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Achmad Zaky

24 Agustus 1986 (umur 40)[1]
Sragen, Jawa Tengah, Indonesia
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
HEC Paris
Pekerjaan
  • Pengusaha internet
  • investor
Dikenal karenaSalah satu pendiri Bukalapak
Salah satu pendiri Init-6
Pasangan menikah
​
(m. 2010)​
Anak2
PenghargaanEY Indonesia Entrepreneur of the Year (2017)
Satyalancana Wirakarya (2016)
Situs webhttps://achmadzaki.wordpress.com/

Achmad Zaky Syaifudin (lahir 24 Agustus 1986) adalah seorang pengusaha teknologi (Technopreneur Indonesia), wirausahawan, dan investor modal ventura asal Indonesia.[2] Ia dikenal secara luas sebagai salah satu pendiri utama dan mantan Direktur Utama (CEO) dari perusahaan lokapasar (e-commerce) Bukalapak, salah satu perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn awal di Indonesia.[2] Setelah melepaskan jabatan eksekutifnya di Bukalapak, Zaky beralih ke industri investasi dengan mendirikan firma modal ventura Init-6 untuk mendanai ekosistem perusahaan rintisan tahap awal (early stage).[3]

Kehidupan awal dan fondasi sosioekonomi keluarga

Achmad Zaky Syaifudin dilahirkan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada tanggal 24 Agustus 1986.[2] Ia tumbuh di sebuah desa pinggiran yang terletak di batas wilayah Kabupaten Sragen.[4] Latar belakang sosioekonomi keluarganya tergolong sederhana dan berbasis pada sektor pendidikan pegawai negeri; kedua orang tuanya mengabdi sebagai guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekitar kediaman mereka.[4] Meskipun berasal dari keluarga guru dengan keterbatasan finansial, perhatian yang besar dari orang tua terhadap pendidikan mendorong investasi masa kecil yang krusial bagi masa depannya.[4]

Ketertarikan Zaky pada dunia teknologi informasi dan ilmu komputer terbangun sejak dini melalui jalur nonformal.[5] Pada tahun 1997, ketika ia berusia 11 tahun, salah seorang pamannya membelikan sebuah komputer pribadi (personal computer) beserta beberapa buku panduan pemrograman komputer dasar.[6] Keberadaan perangkat teknologi dan literatur pemrograman ini di wilayah rural Sragen pada akhir dekade 1990-an memberikan stimulus kognitif yang sangat kuat secara mandiri (autodidak) bagi perkembangan kemampuannya di bidang rekayasa perangkat lunak sebelum ia memperoleh pendidikan teknologi formal di jenjang universitas.[5]

Pendidikan menengah, akselerasi akademik di ITB, dan rekognisi internasional

Zaky menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Solo.[7] Di sekolah tersebut, bakat komputasinya mulai diakui secara luas setelah ia terpilih mewakili sekolahnya dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang komputer dan berhasil meraih kemenangan hingga tingkat nasional.[5] Kemenangan ini memperkuat keputusannya untuk menekuni bidang rekayasa teknologi informasi di tingkat pendidikan tinggi.[7]

Pada tahun 2004, Zaky secara resmi terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nomor induk mahasiswa 13504076.[8] Selama menempuh studi sarjana, ia menunjukkan performa akademis yang luar biasa dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.00 pada tahun pertama kuliahnya, sebelum akhirnya lulus dengan predikat pujian (cum laude).[5] Perjalanan akademis Zaky di ITB juga ditandai dengan berbagai prestasi dalam kompetisi inovasi teknologi berskala nasional.[6] Pada tahun 2007, ia menerima beasiswa prestasi dari PT Indosat[8] dan memenangkan Juara II dalam ajang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) melalui pengembangan perangkat lunak bernama MobiSurveyor.[6] Aplikasi ini dirancang untuk memproses dan mengotomatisasi perhitungan survei pemilu secara cepat (quick count) melalui integration jaringan telepon seluler.[6] Penemuan ini kemudian memperoleh apresiasi lebih lanjut berupa Merit Award pada ajang kompetisi nasional Indonesia ICT Awards (INAICTA) pada tahun 2008.[9]

Salah satu titik balik krusial dalam pembentukan jejaring internasionalnya adalah ketika ia berhasil memperoleh beasiswa pertukaran pelajar dari Pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Oregon State University selama dua bulan pada tahun 2008.[10] Kesempatan ini diraih melalui program khusus yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi akademis tinggi namun memiliki keterbatasan penguasaan bahasa Inggris di awal masa studinya.[4] Program ini melatih Zaky untuk beradaptasi dengan budaya korporasi global dan membangun jejaring yang di kemudian hari membantunya bernegosiasi dengan investor-investor asing saat membesarkan Bukalapak.[4] Setahun setelahnya, ia terpilih menjadi salah seorang delegasi resmi ITB dalam simulasi sidang PBB bergengsi, Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2009 di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.[5] Setelah sukses membangun karier profesionalnya di tanah air, ia kemudian memperkuat pemahaman teoritis manajemen bisnis globalnya dengan menempuh pendidikan magister (Master of Science / M.Sc.) di bidang Administrasi Bisnis dan Manajemen dari HEC Paris, Prancis.[7]

Kepemimpinan organisasi kemahasiswaan dan eksperimen kewirausahaan awal

Aktivitas kepemimpinan Zaky tumbuh subur di dalam iklim kemahasiswaan ITB.[10] Ia berkontribusi langsung dalam menginisiasi pembentukan wadah berpikir global di kampus dengan mendirikan cabang ShARE Global Student Think-Tank di ITB.[10] Untuk mendorong lahirnya inovator muda berbasis bisnis, ia mendirikan Entrepreneur Club ITB, yang pada masa-masa berikutnya dikenal secara resmi sebagai Technoentrepreneur Club (TEC ITB).[10] Di samping itu, Zaky mengasah hobi teknisnya dengan aktif bergabung sebagai anggota di Amateur Radio Club (ARC) ITB.[10]

Langkah awal petualangan kewirausahaan Zaky diuji melalui serangkaian eksperimen bisnis bernilai komersial rendah namun bernilai pembelajaran tinggi.[7] Berbekal keahlian pemrograman, ia sempat mengambil tawaran proyek pengerjaan sistem hitung cepat (quick count) pemilu untuk salah satu stasiun televisi swasta nasional dengan nilai Rp1,5 juta.[11] Pada sektor kuliner, ia mencoba mendirikan usaha mi ayam menggunakan akumulasi uang hadiah yang diperolehnya dari berbagai perlombaan akademis semasa kuliah.[10] Usaha kuliner tersebut mengalami kegagalan operasional yang berujung pada kebangkrutan total.[10] Kegagalan ini memberikan perspektif empiris yang berharga mengenai pengelolaan arus kas dan manajemen operasional di sektor riil mikro.[12]

Pendirian, evolusi, dan restrukturisasi Bukalapak

Setelah menyelesaikan studinya di ITB pada akhir tahun 2008, Zaky bersama rekan-rekannya menginisiasi bisnis rintisan profesional pertama mereka dengan mendirikan sebuah perusahaan agensi konsultasi teknologi informasi yang dinamai Suitmedia.[10] Zaky menempati posisi sebagai CEO Suitmedia hingga pertengahan tahun 2014.[13]

Di dalam lingkungan dinamis Suitmedia inilah gagasan pembuatan pasar daring (online marketplace) Bukalapak lahir sebagai sebuah proyek internal perusahaan pada tahun 2010.[6] Zaky merintis Bukalapak bersama dua rekan kuliahnya di ITB, Muhammad Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono, dengan misi khusus untuk memberdayakan pelaku usaha mikro dan warung kelontong tradisional agar dapat memiliki daya saing yang tinggi di era transaksi internet.[2]

Fase awal peluncuran produk Bukalapak menghadapi tantangan adopsi digital yang masif pada awal dekade 2010-an.[14] Tim pendiri awalnya mencoba menawari pedagang besar dan menengah yang menyewa lapak di pusat-pusat perbelanjaan (mal), namun mendapatkan respons yang sangat rendah dan skeptis.[15] Menyadari keterbatasan tersebut, Zaky mengubah arah strategi pemasarannya dengan merangkul para perajin mikro, warung kecil, dan pedagang kelontong di daerah-daerah rural.[15] Upaya edukasi yang tekun ini mulai membuahkan hasil dalam sembilan bulan pertama operasionalnya; Bukalapak berhasil menjaring sekitar 9.000 pelapak aktif dengan trafik kunjungan yang menjanjikan.[14] Pada akhir tahun 2011, ekosistem penjual di Bukalapak tumbuh melesat hingga mencapai lebih dari 10.000 anggota aktif.[15]

Penghargaan

  • Ernst & Young (EY) Indonesia Entrepreneur of the Year (2017)
  • Satyalancana Wirakarya (2016)

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Profil CEO Bukalapak.Com, Achmad Zaky". Antara News Sulsel. 25 Mei 2015. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  2. 1 2 3 4 "Sosok 3 Pendiri Bukalapak dan Kariernya Saat Ini". Kompas.com. 8 Januari 2025. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  3. ↑ "Achmad Zaky Mundur, Ini Kontroversi Bukalapak 10 Tahun Terakhir". Tempo.co. 10 Desember 2019. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  4. 1 2 3 4 5 "Pidato Achmad Zaky Alumni STEI ITB di OSKM Talks 2017". Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. 2017. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  5. 1 2 3 4 5 "Profil Alumni: Achmad Zaky". Ikatan Alumni ITB. 4 November 2020. Diakses tanggal 4 Juli 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 5 "Achmad Zaky: 10 Facts You Should Know". Tatler Asia. 2018. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  7. 1 2 3 4 "Achmad Zaky". Wikipedia bahasa Indonesia. Mei 2024. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  8. 1 2 "Sejumlah 12 Mahasiswa STEI Terima Beasiswa Indosat 2007". Institut Teknologi Bandung. 26 Januari 2007. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  9. ↑ "Saham Bukalapak Melejit, Harta Achmad Zaky Tembus Rp 4,79 Triliun". Kompas.com. 7 Agustus 2021. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  10. 1 2 3 4 5 6 7 8 "7 Fakta Achmad Zaky yang Khilaf soal Cuitan 'Presiden Baru'". detikNews. 15 Februari 2019. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  11. ↑ "Profil Tokoh Teknologi: Achmad Zaky". Kompas VIP. 2015. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  12. ↑ M. Iffan Fanani dan Muhammad Ichsan. Sukseskan Mudamu! Strategi Sukses 17 Mahasiswa Berprestasi Indonesia. Depok: Penerbit Rumah Pembelajar, 2011, halaman 45-50.
  13. ↑ "Achmad Zaky Bakal Jadi Triliuner Baru Berkat IPO Bukalapak". detikFinance. 12 Juli 2021. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  14. 1 2 "Achmad Zaky, Anak Desa yang Sukses Bikin Bukalapak Meraksasa". detikINET. 14 Februari 2019. Diakses tanggal 4 Juli 2026.
  15. 1 2 3 "Achmad Zaky: Kisah Founder Bukalapak yang Sukses Menerapkan Strategi Digital Marketing". AMD Academy. 26 September 2023. Diakses tanggal 4 Juli 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan