Minggu, 01 November 2026
03:03 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Achmad Nawir

Achmad Nawir

Bagikan:
Achmad Nawir
250px-Achmad_Nawir.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nawir pada 1938
Informasi pribadi
Nama lengkap Achmad Nawir
Tanggal lahir (1912-06-30)30 Juni 1912
Tempat lahir Maninjau, Tanjung Raya,
Agam
, Sumatera Barat
Tanggal meninggal 1 April 1995(1995-04-01) (umur 82)
Posisi bermain Midfielder
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1931–1942 HBS Soerabaja ? (?)
Tim nasional
1938 Hindia Belanda (Indonesia) 2 (0)
* Penampilan dan gol pada klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Achmad Nawir (30 Juni 1912 – 1 April 1995) adalah seorang dokter[1] dan pesepakbola Indonesia. Nawir bermain untuk klub lokal HBS Soerabaja dan Hindia Belanda (Indonesia).[2][3][4]

Kehidupan awal dan keluarga

Achmad Nawir lahir dari pasangan keluarga Minangkabau, yakni Mohammad Isa Sutan Bandaro dan Siti Chadijah. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara. Di antara kakaknya yakni Mohammad Nazir[5] dan Siti Nurdjanah (istri Soetan Kali Malikoel Adil)

Achmad Nawir memiliki tiga orang anak yakni Ferril Nawir, Marisa Nawir, dan Farida Nawir. Cucunya, Ferin Nawir merupakan mantan prajurit Korps Marinir Amerika Serikat.

Karier

Ia terkenal karena kapten dari Hindia Belanda (Indonesia) saat mereka kalah dari Hongaria di Piala Dunia FIFA 1938, 6–0. Anehnya, kapten lainnya, György Sárosi, memiliki gelar doktor, sama dengan Nawir. Nawir mengenakan kacamata rajinnya untuk pertandingan tersebut. Hindia Belanda (Indonesia) otomatis lolos ke turnamen ini setelah lawan aslinya, Jepang, mengundurkan diri dari babak kualifikasi. Dia adalah salah satu dari sedikit pemain yang memakai kacamata di Piala Dunia.[1] Nawir dan sebagian besar rekan satu timnya hanya bermain di dua pertandingan internasional, satu melawan Hongaria di Piala Dunia dan satu lagi melawan Belanda, kalah 9-2 dalam pertandingan persahabatan setelah Piala Dunia.[6] Itu adalah pertandingan internasional terakhir bagi "Hindia Belanda", yang menjadi negara merdeka Indonesia pada tahun 1945.

Gelar

HBS Soerabaja

  • SVB Hoofdklasse: 1935–36, 1936–37, 1937–38, 1940–41

SVB (Soerabajasche Voetbalbond)

Individual

  • IFFHS Men’s All Time Indonesia Dream Team: 2022[9]


Referensi

  1. 1 2 FIFA World Cup – Amazing facts from finals Diarsipkan Juni 8, 2010, di Wayback Machine
  2. ↑ "Achmad Nawir, Simbol Jejak Bersejarah di Piala Dunia 1938". Tutur Visual - Kompas.id. 2023-05-24. Diakses tanggal 2025-10-26.
  3. ↑ "Achmad Nawir: Dokter yang Berlaga di Piala Dunia Prancis 1938 - Semua Halaman - National Geographic". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2025-10-26.
  4. ↑ Zulfikar, Fahri. "Jago Gocek Alumni Unair Ini Pernah Berlaga di Piala Dunia". detikedu. Diakses tanggal 2025-10-26.
  5. ↑ Liberti, Pasti. "Calon Dokter Jadi Kapten Tim Indonesia di Piala Dunia 1938". detikx. Diakses tanggal 2025-10-26.
  6. ↑ Dutch Tour of Dutch East Indies 1938 Diarsipkan 7 Juni 2014 di Wayback Machine
  7. ↑ "NIVU Stedenwedstrijden 1936". Arsip Sepak Bola Indonesia. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "NIVU Stedenwedstrijden 1940-1941". Arsip Sepak Bola Indonesia. Diakses tanggal 15 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "IFFHS MEN'S ALL TIME INDONESIA DREAM TEAM – 96".
Didahului oleh:
-
Kapten Indonesia
1938
Diteruskan oleh:
Muhammad Sidhi


Ikon rintisan

Artikel bertopik pemain sepak bola Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan