Sabtu, 07 November 2026
12:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Abses retrofaring

Bagikan:

Abses retrofaring merupakan kondisi medis yang ditandai dengan adanya peradangan yang disertai pembentukan nanah pada daerah retrofaring.[1] Penyakit ini dapat terjadi karena terdapat infeksi pada leher bagian dalam (deep neck infection). Sumber infeksi pada ruang retrofaring berasal dari infeksi pada hidung, adenoid, nasofaring, dan sinus paranasal yang menyebar ke kelenjar limfe retrofaring. Oleh karena kelenjar ini biasanya atrofi pada umur 4 – 5 tahun, maka sebagian besar abses retrofaring terjadi pada anak-anak dan relatif jarang pada orang dewasa.[2] 90% kasus abses retrofaring ditemukan pada anak-anak usia di bawah 6 tahun.[3]

Gejala

Tanda dan gejala umum dari abses retrofaring meliputi:

Pada anak-anak, gejala-gejala ini bisa lebih sulit terdeteksi karena kadang-kadang mereka tidak dapat mengungkapkan ketidaknyamanan secara jelas.

Penyebab

Penyebab dari abses retrofaring dapat berasal dari infeksi gigi, di mana pada penderita didapatkan gigi berlubang dan gigi goyang sejak ± 5 tahun dengan penyakit komorbid diabetes melitus.[1] Studi kasus yang lain menyebutkan bahwa penyebab abses retrofaring pada dewasa diantaranya penetrasi benda asing, trauma tumpul, komplikasi tindakan medis (intubasi, pemasangan nasogastric tube (NGT)), tuberkulosis paru, tuberkulosis servikal atau perluasan dari infeksi ruang leher dalam lainnya. Sedangkan pada anak-anak abses retrofaring sering terjadi karena adanya kelenjar limfe retrofaring. Infeksi pada hidung, sinus paranasal dan adenoid sering menyebabkan abses retrofaring.[3]

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis abses retrofaring melalui pemeriksaan fisik serta dengan bantuan tes seperti CT scan atau MRI untuk melihat kondisi ruang retrofaring dengan lebih jelas. Sehingga diagnosis dokter ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis disertai hembusan pernapasan dan pemeriksaan radiologis.

Tatalaksana

Setiap individu yang mendapat diagnosis abses retrofaring biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit, di mana mereka akan menerima antibiotik dalam bentuk suntikan atau infus, dan akan dirujuk kepada dokter spesialis THT atau ahli bedah kepala-leher. Selain itu, rawat inap diperlukan untuk pengawasan yang ketat terhadap keamanan pernapasan, terutama dalam 24-48 jam pertama setelah terapi dimulai. Jika ada tanda-tanda penyumbatan saluran napas, tindakan pengeluaran nanah melalui operasi harus dilakukan secepatnya untuk menghilangkan penyumbatan.[5]

Pencegahan

Meskipun tidak selalu dapat dihindari, tindakan pencegahan seperti mengobati infeksi tenggorokan dengan cepat, menjaga kebersihan mulut dan tenggorokan, serta menghindari luka pada area tersebut dapat membantu mengurangi risiko terjadinya abses retrofaring.

Pengobatan medis yang tepat terhadap infeksi pada saluran napas bagian atas memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya abses retrofaring. Antibiotik yang diresepkan oleh dokter harus dikonsumsi secara penuh sesuai petunjuk untuk memastikan bahwa infeksi telah diatasi sepenuhnya. Mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter merupakan tindakan yang tidak disarankan karena dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, yang kemudian dapat menghambat efektivitas terapi pada infeksi yang mungkin terjadi di masa mendatang.[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Kusuma, Yuan Ariawan; Surarso, Bakti (2012). "PENATALAKSANAAN ABSES RETROFARING DENGAN KOMPLIKASI MEDIASTINITIS DAN EMPIEMA TORAKS" (PDF). Jurnal THT-KL. Volume 5 (Nomor 1): 14–27.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Rambe, Andrina (2003). "Abses Retrofaring". ResearchGate. Diakses tanggal 2023-11-29.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Morina, Elniza; Novialdi; Asyar, Ade (2018). "Laporan Kasus: Diagnosis dan Penatalaksanaan Abses Retrofaring pada Dewasa". Jurnal Kesehatan Andalas. Volume 7 (Nomor 2): 58–63.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan
  4. ↑ Dirgantara, Bhintang; Hairani, Hairani (2021). "Sistem Pakar Diagnosa Penyakit THT Menggunakan Inferensi Forward Chaining dan Metode Certainty Factor". Jurnal Bumigora Information technology. Volume 3 (Nomor 1): 2685–4066. doi:https://doi.org/10.30812/bite.v3i1.1241.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan; Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=
  5. 1 2 3 4 5 Care, A. I. "Penyakit Abses Retrofaring - Definisi, Penyebab, Gejala, dan Tata Laksana". AI Care. Diakses tanggal 2023-11-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan