Jumat, 06 November 2026
07:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Abrar

Abrar

birokat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan periode 1972–1980

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
Abrar
250px-Drs._Abrar_-_Bupati_Pesisir_Selatan_%281972-1980%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Bupati Pesisir Selatan ke-11
Bupati Pesisir Selatan
Masa jabatan
1972–1980
PendahuluAgoesman Rj. I Basa
PenggantiIsmil Ismael Lengah
Informasi pribadi
Lahir(1932-07-15)15 Juli 1932
Meninggal10 Juni 1990(1990-06-10) (umur 57)
Suami/istriNurma Jambi
Anak3
Orang tuaShalehah (ibu)
Rusli (ayah)
Almamater (Drs.)
PekerjaanPegawai negeri sipil
Profesibirokrat

Abrar (15 Juli 1932 – 10 Juni 1999) adalah birokat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan periode 1972–1980.[1]

Kehidupan awal

Kehidupan masa kecilnya diwarnai oleh kebersamaan dengan saudara kandungnya, Siti, dan saudara seibunya, Samsul Bahri. Akar keluarga yang kuat dan sederhana ini menjadi landasan kokoh bagi perkembangan kepribadian dan semangat pengabdian Abrar di kemudian hari.[1]

Pendidikan

Perjalanan pendidikan Abrar dimulai di Sekolah Dasar Maek, lalu melanjutkan pendidikan ke SMP 1 Payakumbuh dan di SMA Yogyakarta. Puncak pendidikan formalnya diraih di Universitas Gajah Mada dengan menyelesaikan Sarjana Ilmu Sosial Politik.[1]

Karier

Karier Abrar diawali sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kalimantan Barat. Dedikasinya yang baik membawanya kembali ke tanah kelahirannya, Sumatera Barat, sebagai PNS di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat. Jenjang kariernya terus menanjak dan dipercayakan sebagai Direktur APDN Bukittinggi, sebuah institusi penting dalam mencetak kader-kader pemerintahan daerah. Sebelum mengemban tugas yang lebih tinggi, ia sempat kembali bertugas sebagai asisten di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat, memperkaya pengalaman birokrasinya.[1]

Abrar diangkat menjadi Bupati Kabupaten Pesisir Selatan dari tahun 1972 hingga 1980. Selama delapan tahun memimpin Pesisir Selatan, Abrar tentu menghadapi berbagai dinamika pembangunan dan tantangan sosial. Setelah mengakhiri masa baktinya sebagai bupati, Drs. Abrar kembali mengemban amanah di tingkat provinsi, menjabat sebagai Kepala BKPMD Provinsi Sumatera Barat dan kemudian sebagai Pembantu Gubernur Wilayah I Provinsi Sumatera Barat. Kepercayaan yang terus diberikan kepadanya menunjukkan kompetensi dan dedikasinya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.[1]

Abrar kembali dipercaya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Barat dan Kepala Kantor BP7 Provinsi Sumatera Barat. Kedua posisi ini menuntut ketelitian, kejujuran, dan komitmen yang tinggi dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik dan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila. Kiprahnya di berbagai posisi strategis di pemerintahan Provinsi Sumatera Barat menunjukkan loyalitas dan pengabdiannya yang tak kenal lelah bagi kemajuan daerahnya.[1]

Keluarga

Abrar menikah dengan Nurma Djambi pada tanggal 26 November 1961 dan dikaruniai kehadiran 3 orang putri yaitu Maria Endo Mahata, Nora Endo Mahata, Putri Golon Endo Mahata. Abrar menghembuskan napas terakhir di Kota Padang pada tanggal 10 Juni 1999. Jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Umum Tunggul Hitam Padang.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Efendi, Feni (15 Maret 2025). Pajacombo: Ensiklopedia Tokoh-tokoh dari Luhak Limo Puluah. Payakumbuh: Penerbit Fahmi Karya. hlm. 102. ISBN 978-623-8646-79-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan