Selasa, 22 September 2026
01:15 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Abrar

Abrar

birokat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan periode 1972–1980

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
Abrar
250px-Drs._Abrar_-_Bupati_Pesisir_Selatan_%281972-1980%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Bupati Pesisir Selatan ke-11
Bupati Pesisir Selatan
Masa jabatan
1972–1980
PendahuluAgoesman Rj. I Basa
PenggantiIsmil Ismael Lengah
Informasi pribadi
Lahir(1932-07-15)15 Juli 1932
Meninggal10 Juni 1990(1990-06-10) (umur 57)
Suami/istriNurma Jambi
Anak3
Orang tuaShalehah (ibu)
Rusli (ayah)
Almamater (Drs.)
PekerjaanPegawai negeri sipil
Profesibirokrat

Abrar (15 Juli 1932  10 Juni 1999) adalah birokat Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Pesisir Selatan periode 1972–1980.[1]

Kehidupan awal

Kehidupan masa kecilnya diwarnai oleh kebersamaan dengan saudara kandungnya, Siti, dan saudara seibunya, Samsul Bahri. Akar keluarga yang kuat dan sederhana ini menjadi landasan kokoh bagi perkembangan kepribadian dan semangat pengabdian Abrar di kemudian hari.[1]

Pendidikan

Perjalanan pendidikan Abrar dimulai di Sekolah Dasar Maek, lalu melanjutkan pendidikan ke SMP 1 Payakumbuh dan di SMA Yogyakarta. Puncak pendidikan formalnya diraih di Universitas Gajah Mada dengan menyelesaikan Sarjana Ilmu Sosial Politik.[1]

Karier

Karier Abrar diawali sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kalimantan Barat. Dedikasinya yang baik membawanya kembali ke tanah kelahirannya, Sumatera Barat, sebagai PNS di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat. Jenjang kariernya terus menanjak dan dipercayakan sebagai Direktur APDN Bukittinggi, sebuah institusi penting dalam mencetak kader-kader pemerintahan daerah. Sebelum mengemban tugas yang lebih tinggi, ia sempat kembali bertugas sebagai asisten di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat, memperkaya pengalaman birokrasinya.[1]

Abrar diangkat menjadi Bupati Kabupaten Pesisir Selatan dari tahun 1972 hingga 1980. Selama delapan tahun memimpin Pesisir Selatan, Abrar tentu menghadapi berbagai dinamika pembangunan dan tantangan sosial. Setelah mengakhiri masa baktinya sebagai bupati, Drs. Abrar kembali mengemban amanah di tingkat provinsi, menjabat sebagai Kepala BKPMD Provinsi Sumatera Barat dan kemudian sebagai Pembantu Gubernur Wilayah I Provinsi Sumatera Barat. Kepercayaan yang terus diberikan kepadanya menunjukkan kompetensi dan dedikasinya dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.[1]

Abrar kembali dipercaya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Barat dan Kepala Kantor BP7 Provinsi Sumatera Barat. Kedua posisi ini menuntut ketelitian, kejujuran, dan komitmen yang tinggi dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik dan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila. Kiprahnya di berbagai posisi strategis di pemerintahan Provinsi Sumatera Barat menunjukkan loyalitas dan pengabdiannya yang tak kenal lelah bagi kemajuan daerahnya.[1]

Keluarga

Abrar menikah dengan Nurma Djambi pada tanggal 26 November 1961 dan dikaruniai kehadiran 3 orang putri yaitu Maria Endo Mahata, Nora Endo Mahata, Putri Golon Endo Mahata. Abrar menghembuskan napas terakhir di Kota Padang pada tanggal 10 Juni 1999. Jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Umum Tunggul Hitam Padang.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Efendi, Feni (15 Maret 2025). Pajacombo: Ensiklopedia Tokoh-tokoh dari Luhak Limo Puluah. Payakumbuh: Penerbit Fahmi Karya. hlm. 102. ISBN 978-623-8646-79-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan