Senin, 19 Oktober 2026
12:02 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Abraham Ortelius

Abraham Ortelius

kartografer, geografer dan kosmografer dari Flandria (1527–1598)

Bagikan:
Infobox orangAbraham Ortelius
250px-Abraham_Ortelius_by_Peter_Paul_Rubens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran14 April 1527 Suntingan nilai di Wikidata
Antwerpen Suntingan nilai di Wikidata
Kematian28 Juni 1598 Suntingan nilai di Wikidata (71 tahun)
Antwerpen Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaGereja Katolik Roma Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiKartografi dan geografi Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaankartografer,arkeolog,afsetter (en) Terjemahkan,penerbit,ahli geografi,sejarawan,engraver (en) Terjemahkan,map drawer (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
GenrePeta Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Tanda tangan

Abraham Ortelius (/ɔːrˈtiːliəs/; juga dikenal sebagai Ortels, Orthellius, Wortels; 14 April 1527 – 28 Juni 1598) adalah seorang kartografer dan ahli geografi dari Flandria (kini bagian dari Belgia). Ia dikenal sebagai pembuat atlas modern pertama di dunia yang ia beri nama Theatrum Orbis Terrarum (bahasa Indonesia: [Teater Dunia] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)). Penerbitan atlas tersebut pada tahun 1570 diyakini sebagai penanda era kartografi Masa Keemasan Belanda sebagai bagian dari sejarah kartografi pada abad pertengahan. Ia juga dipercaya sebagai orang pertama yang mengemukakan hipotesis bahwa benua-benua yang ada di dunia pernah menyatu sebelum bergeser hingga posisinya saat ini.[1]

Bibliografi

  • Abraham Ortelius, Theatrum Orbis Terrarum. Gedruckt zu Nuermberg durch Johann Koler Anno MDLXXII. Mit einer Einführung und Erläuterungen von Ute Schneider. Second unchanged edition (2. unveränd. Aufl). Darmstadt, Wissenschaftliche Buchgesellschaft, 2007.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Romm, James (Februari 3, 1994), "A New Forerunner for Continental Drift", Nature, 367 (6462): 407–408, Bibcode:1994Natur.367..407R, doi:10.1038/367407a0.{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • Emanuel van Meteren, Historia Belgica (Amsterdam, 1670);
  • H. E. Wauwermans, Histoire de l’école cartographique belge et anversoise (Antwerp, 1895), and article "Ortelius" in Biographie nationale (Belgian), vol. xvi. (Brussels, 1901);
  • J. H. Hessels, Abrahami Ortelii epistulae (Cambridge, England, 1887);
  • Max Rooses, Ortelius et Plantin (1880);
  • Meganck Tine, Erudite Eyes: Friendship, Art and Erudition in the Network of Abraham Ortelius (1527–1598), 2017, ISBN978-9004341678
  • Génard, "Généalogie d’Ortelius," in the Bulletin de la Soc. roy. de Géog. d’Anvers (1880 and 1881), Marcel van den Broecke (1996) Ortelius Atlas Maps (HeS Publishers, 't Goy-Houten, 1996) and Abraham Ortelius and the first atlas;
  • Essays commemorating the Quadricentennial of his Death, 1598–1998 Eds. Marcel van den Broecke, Peter van der Krogt and Peter Meurer (HeS Publishers, 't Goy-Houten, 1998).
  • Binding, Paul. Imagined Corners: Exploring the World's First Atlas. Review Books: London, 2003.
  • Charles Wehrenberg, Before New York, Solo Zone, San Francisco 1995/2001, ISBN1-886163-16-2
  • Robert J. Karrow, Jr., Mapmakers of the Sixteenth Century and their Maps: Rio-bibliographies of the cartographers of Abraham Ortelius (Chicago, Speculum Orbis Press, 1992)
  • Wegener, Alfred (July 1912). "Die Entstehung der Kontinente". Geologische Rundschau (in German) 3 (4): 276–292. Bibcode: 1912GeoRu...3..276W. doi:10.1007/BF02202896.
  • Wegener, Alfred (1966). The Origin of Continents and Oceans. New York: Dover. ISBN0-486-61708-4. Translated from the fourth revised German edition by John Biram.
  • Hess, H.H. (1960). "Nature of great oceanic ridges". Preprints of the 1st International Oceanographic Congress (New York, August 31 – September 12, 1959). Washington: American Association for the Advancement of Science. (A). pp. 33–34.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Abraham Ortelius.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan