Sabtu, 24 Oktober 2026
05:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Abdullah bin Qais

Bagikan:

Abdullah bin Qais (bahasa Arab : عبد الله بن قيس الحارثي, Κάϊσος, Kaisos dan Ἀβδελᾶς, Abdelas menurut sumber-sumber dalam bahasa Yunani) atau Abu Bahria adalah pemimpin militer aktif Umayyah ketika melawan Kekaisaran Bizantium pada tahun 57 H[1] / 670-an M. Sekitar tahun 672-673 dia memimpin serangan ke Kilikia dan Likia, berada di sana pada musim dingin sebelum kembali ke Suriah. Sekitar tahun 674-675, pada saat itu, menurut al-Tabari, ia adalah panglima tertinggi angkatan laut Umayyah dan memimpin serangan ke pulau Kreta bersama dengan jenderal Fadhalah bin 'Ubaid, juga pulau Siprus hingga ia mendapat upeti 7.000 dinar per tahun.

Ibnu Qais terbunuh di pelabuhan wilayah Romawi pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik.

Sumber

  • Lilie, Ralph-Johannes; Ludwig, Claudia; Pratsch, Thomas; Zielke, Beate (1999). "'Abdallāh ibn Qais (# 12)". Prosopographie der mittelbyzantinischen Zeit: 1. Abteilung (641–867), Band 1: Aaron (# 1) – Georgios (# 2182) (dalam bahasa German). Berlin and Boston: De Gruyter. hlm. 4–5. ISBN 978-3-11-015179-4.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  1. ↑ 277. Al Bidayah Wa An Nihayah 09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan