Senin, 02 November 2026
08:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Abdullah bin Mughaffal

Abdullah bin Mughaffal

Bagikan:
250px-Abdullah_bin_Mughaffal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Abdullah bin Mughaffal (Arabic : عبد الله بن مغفل) merupakan sahabat Nabi Islam Muhammad.[1] Nasab lengkapnya Abdullah bin Mughaffal bin Abd Nahm bin Afif Al-Muzani. Ia termasuk peserta Bai'at Ridhwan, dan tergolong generasi akhir sahabat. Ayahnya juga seorang sahabat Nabi, yang wafat saat Fathu Makkah dalam perjalanan. Kunyahnya adalah Abu Sa'id, ada pula yang menyebut Abu Ziyad.

Kehidupan

Abdullah menetap di Madinah, kemudian pindah ke Bashrah, dan ia memiliki beberapa hadits. Yang meriwayatkan darinya antara lain: Al-Hasan Al-Bashri, Mutharrif bin Asy-Syakhkhir, Ibnu Buraidah, Sa'id bin Jubair, Muawiyah bin Qurrah, Humaid bin Hilal, Tsabit Al-Bunani, dan sejumlah perawi lainnya.

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Abdullah bin Mughaffal adalah salah satu dari sepuluh orang yang dikirim Umar bin Khattab kepada kami untuk mengajarkan agama kepada masyarakat." Dikatakan pula bahwa Abdullah termasuk golongan Al-Bakka'in (orang-orang yang banyak menangis karena takut kepada Allah).

Khuza'i bin Ziyad Al-Muzani berkata: "Abdullah bin Mughaffal pernah bermimpi bahwa hari Kiamat telah tiba, manusia-manusia dikumpulkan, dan ada sebuah tempat yang barangsiapa berhasil melewatinya maka ia selamat, namun di sana terdapat penghalang. Ada yang berkata kepadanya dalam mimpi itu: 'Apakah engkau ingin selamat sementara engkau masih memiliki apa yang engkau miliki?' Ia pun terbangun dalam keadaan ketakutan." Ia kemudian membangunkan keluarganya, sementara di sisinya terdapat sebuah peti yang penuh berisi dinar, dan ia membagi-bagikan semuanya.[1]

Kematian

Ia wafat pada tahun 60 Hijriah.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan