
Abdullah bin Mughaffal (Arabic : عبد الله بن مغفل) merupakan sahabat Nabi Islam Muhammad.[1] Nasab lengkapnya Abdullah bin Mughaffal bin Abd Nahm bin Afif Al-Muzani. Ia termasuk peserta Bai'at Ridhwan, dan tergolong generasi akhir sahabat. Ayahnya juga seorang sahabat Nabi, yang wafat saat Fathu Makkah dalam perjalanan. Kunyahnya adalah Abu Sa'id, ada pula yang menyebut Abu Ziyad.
Kehidupan
Abdullah menetap di Madinah, kemudian pindah ke Bashrah, dan ia memiliki beberapa hadits. Yang meriwayatkan darinya antara lain: Al-Hasan Al-Bashri, Mutharrif bin Asy-Syakhkhir, Ibnu Buraidah, Sa'id bin Jubair, Muawiyah bin Qurrah, Humaid bin Hilal, Tsabit Al-Bunani, dan sejumlah perawi lainnya.
Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Abdullah bin Mughaffal adalah salah satu dari sepuluh orang yang dikirim Umar bin Khattab kepada kami untuk mengajarkan agama kepada masyarakat." Dikatakan pula bahwa Abdullah termasuk golongan Al-Bakka'in (orang-orang yang banyak menangis karena takut kepada Allah).
Khuza'i bin Ziyad Al-Muzani berkata: "Abdullah bin Mughaffal pernah bermimpi bahwa hari Kiamat telah tiba, manusia-manusia dikumpulkan, dan ada sebuah tempat yang barangsiapa berhasil melewatinya maka ia selamat, namun di sana terdapat penghalang. Ada yang berkata kepadanya dalam mimpi itu: 'Apakah engkau ingin selamat sementara engkau masih memiliki apa yang engkau miliki?' Ia pun terbangun dalam keadaan ketakutan." Ia kemudian membangunkan keluarganya, sementara di sisinya terdapat sebuah peti yang penuh berisi dinar, dan ia membagi-bagikan semuanya.[1]
Kematian
Ia wafat pada tahun 60 Hijriah.[1]
Referensi
- 1 2 3 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8