Minggu, 11 Oktober 2026
23:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Abdullah bin Ibad

Bagikan:

ʿAbdullāh bin Ibāḍ at-Tamīmī (bahasa Arab:عبدالله بن إباض التميمي; meninggal abad ke-7 Masehi) adalah seorang cendikiawan Islam Arab dari Basra, dari klan Bani Sa'ad dari suku Tamim. Dalam historiografi Islam tradisional, ia adalah seorang pendiri Islam cabang Ibadi.[1]

Ibnu Ibad adalah salah satu kelompok Khawarij Basra yang dipimpin oleh Nafi' bin Azraq, bergabung dengan para pembela di bawah naungan Abdullah bin Zubair pada saat pengepungan Ka'bah oleh Bani Umayyah pada tahun 683. Setelah pengepungan dicabut, kaum Khawarij kecewa terhadap penolakan Ibnu Zubair untuk mencela mendiang Khalifah Usman bin Affan dan kembali ke Basra. Di sana mereka dipenjarakan oleh gubernur Umayyah Ubaidillah bin Ziyad. Ketika kaum Basra bangkit dan menggulingkan pemerintahan Bani Umayyah, para tawanan dibebaskan. Ibnu Azraq memimpin banyak dari mereka ke Ahvaz.[1] Ibnu Ibad tetap di Basra, Ayahnya, Ibad bin Amru at-Tamimi, adalah seorang pemimpin kaum moderat yang pertama yang menolak memisahkan diri dengan Ibnu Azraq.[2]

Referensi

  1. 1 2 Congress, Union européenne des arabisants et islamisants (2006). Authority, Privacy and Public Order in Islam: Proceedings of the 22nd Congress of L'Union Européenne Des Arabisants Et Islamisants (dalam bahasa Inggris). Peeters Publishers. hlm. 51–58. ISBN 978-90-429-1736-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Schmidtke, Sabine (2016-03-31). The Oxford Handbook of Islamic Theology (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 242. ISBN 978-0-19-106879-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan