Rabu, 04 November 2026
08:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Abdullah Suriosubroto

Abdullah Suriosubroto

pelukis Indonesia

Bagikan:
330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Olieverfschilderij_door_Abdullah_Suriosubroto_%281878-1941%29_voorstellend_een_berg_in_de_Preanger_TMnr_5492-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan pemandangan Priangan oleh Abdullah Suriosubroto (tahun 1935)

Abdullah Suriosubroto (Semarang, 1878 - Yogyakarta, 1941)[1] adalah seorang pelukis di Indonesia.[2] Dia adalah anak laki-laki dari Wahidin Sudirohusodo.[3] Ayahnya merupakan seorang tokoh gerakan nasional Indonesia.[4] Abdullah adalah ayah dari Sudjono Abdullah dan Basoeki Abdullah yang juga merupakan pelukis.[5][6][7]

Pada awal abad ke-20 M, Abdullah Suriosubroto belajar ilmu kedokteran di Belanda.[8] Ketika di Belanda, dia beralih mempelajari seni lukis di Sekolah Persiapan Menggambar yang berlokasi di Leiden dan melanjutkan pendidikan di Akademi Seni Amsterdam.[9] Sepulangnya di Indonesia, dia meneruskan kariernya sebagai pelukis.[10][11]

Abdullah dipandang sebagai pelukis Indonesia yang pertama pada abad ke-20.[12] Benda lukisan kesukaannya adalah pemandangan.[12] Pada tahun 1938, aliran seni lukis Abdullah dimasukkan dalam aliran yang dijuluki Mooi Indie (Hindia Jelita).[13]

Abdullah suka melukis pemandangan di Jawa Barat.[14] Karena itu, ia lebih banyak tinggal di Kabupaten Bandung agar mudah melukis keindahan, ketenangan dan keasriannya.[15] Kemudian dia pindah ke Yogyakarta, di mana dia meninggal tahun 1941.

Referensi

  1. ↑ Sidharta Auctioneer (2006). Indonesian Diversity in Modern Art (dalam bahasa Inggris). Sidharta Auctioneer. hlm. 51. ISBN 978-979-252-242-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hardini, K., dan Nugraha, L. S. (Juli 2024). Krtya: Profil Pematung Yogyakarta I (PDF). Yogyakarta: UPT Taman Budaya. hlm. 2. ISBN 978-623-98370-3-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Syarif, E. B., dan Sumardjo, J. (2021). Pengantar Studi Seni Rupa. Sleman: Deepublish. hlm. 116. ISBN 978-623-02-3439-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Abdullah Suriosubroto, Pelukis Pertama Indonesia Abad ke-20". Kompas.com. 2 Maret 2022. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  5. ↑ Cempaka Fine Art Auction (2005). Cempaka Fine Art Auction (dalam bahasa Inggris). Cempaka Fine Art Auction. hlm. 99.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Museum Basoeki Abdullah". museum.co.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-25.
  7. ↑ https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2234114&title=EMOSI+ESTETIS+PADA+LUKISAN+IBU+DAN+ANAK+KARYA+BASOEKI+ABDULLAH&val=1347. Diakses tanggal 2026-05-25.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  8. ↑ Dermawan T., Agus (2021). Surga Kemelut Hendra: Dari Pengantin Revolusi Sampai Terali Besi. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 10. ISBN 978-602-42-4884-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Widiawati, H., dkk., ed. (2024). Jejak Eropa di Indonesia. Sleman: Penerbit PT Kanisius. hlm. 38. ISBN 978-979-21-8071-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ https://www.britannica.com/biography/Abdullah-Suriosubroto. Diakses tanggal 2026-06-01.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  11. ↑ https://galeri-nasional.or.id/. Diakses tanggal 2026-06-01.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  12. 1 2 Masyikamah, Rahmat (Januari 2017). Bidadari dalam Lukisan. Bandung: Aria Mandiri Group. hlm. 19. ISBN 9786026270917.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Dermawan T., Agus (2023). Basoeki Abdullah: Sang Hanoman Keloyongan (2023). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 65. ISBN 978-623-134-038-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Dermawan T., Agus (Maret 2020). Dongeng dari Dullah. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 108. ISBN 978-602-481-357-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Dinas Kebudayaan dan Permuseuman & Yayasan untuk Indonesia (2005). Ensiklopedi Jakarta - Culture & Heritage Volume 1. Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. hlm. 10.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan