Rabu, 04 November 2026
17:24 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Abdulaziz bin Mut'ib ar-Rasyid

Abdulaziz bin Mut'ib ar-Rasyid

Bagikan:
Abdulaziz bin Mut'ib ar-Rasyid
250px-Abdull-aziz_muteb_Al_Rasheed.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emir Jabal Shammar
Berkuasa1897 – 12 April 1906
PendahuluMuhammad bin Abdullah
PenerusMutaib bin Abdulaziz
Lahir1870
Ha'il
Meninggal12 April 1906 (umur 35–36)
Rawdat Muhanna
AyahMut'ib bin Abdullah
KeturunanMutaib bin Abdulaziz ar-Rasyid
Mishaal bin Abdulaziz ar-Rasyid
Mohammed bin Abdulaziz ar-Rasyid
Saud bin Abdulaziz ar-Rasyid
Munira binti Abdulaziz ar-Rasyid
Salma binti Abdulaziz ar-Rasyid
Jozaa binti Abdulaziz ar-Rasyid
Nama lengkap
Abdulaziz bin Mut'ib bin Abdullah bin Ali ar-Rasyid
WangsaWangsa Rasyid

Abdulaziz bin Mut'ib ar-Rasyid (bahasa Arab:عبد العزيز بن متعب الرشيد; 1870-12 April 1906) atau Abdulaziz bin Mutaib atau Ibn Rasyid adalah Emir Jabal Shammar keenam dari tahun 1897 hingga 1906.[1][2]

Biografi

Abdulaziz bin Mut'ib lahir pada tahun 1870,[3] merupakan putra dari Mut'ib bin Abdullah penguasa Jabal Shammar ketiga. Dia adopsi oleh pamannya Muhammad ar-Rasyid, emir kelima yang membawanya menjadi ahli warisnya.[4] Setelah Muhammad meninggal karena sebab alami pada tahun 1897, Abdulaziz menggantikannya tanpa perlawanan. Namun, pemerintahan Abdulaziz bin Mut'ib tidak aman, disebabkan melemahnya pengaruh Utsmaniyah yang menjadi sekutu Wangsa Rasyid di Nejd dan meletusnya perang Saudi-Rasyidi (1903–1907). Mulanya pada tahun 1902, Raja Abdulaziz bin Saud, pendiri Arab Saudi, kembali dari Kuwait dengan kekuatan kecil dan merebut kembali Riyadh. Abdulaziz bin Mut'ib gugur dalam pertempuran Rawdat Muhanna pada tahun 1906 setelah beberapa pertempuran lain dengan Abdulaziz bin Saud seperti pertempuran Bukairiyah dan Shinanah.[5]

Pertempuran penting

Pertempuran Dilam (1903)

Pertempuran Dilam ini terjadi pada 27 Januari 1903 di kota Dilam, selatan Riyadh ibu kota Arab Saudi saat ini. Setahun setelah Pertempuran Riyadh di mana Riyadh berhasil direbut kembali oleh Ibn Saud. Ibn Saud berusaha mengusir Wangsa Rasyid menjauh dari Riyadh dengan informasi kampanye militer yang salah. Ketika rencananya berhasil, Ibn Saud mengerahkan 1.000 prajurit di Riyadh sebelum meninggalkan kota itu dengan 3.500 prajurit lainnya untuk merebut Dilam. Pasukan Rasyidi mengikuti Ibn Saud ke hingga ke Dilam, selama pertempuran, Rasyidi kehilangan 250 korban dan kehilangan kendali atas Nejd selatan.[3]

Pertempuran Bukairiyah (1904)

Pertempuran Bukairiyah adalah pertempuran besar dalam Perang Saudi–Rasyidi, selama kampanye Unifikasi Arab Saudi. Pihak Wangsa Rasyidi dan sekutunya Utsmaniyah melawan pemberontak Saudi. Pertempuran terjadi pada 15 Juni hingga Juli 1904 di kota Bukairiyah, Provinsi Qassim saat ini. Setelah kemenangan Ibn Saud dalam Pertempuran Dilam, Ibn Saud mencoba memperluas kekuasaannya dengan menguasai Qassim, melemahkan pihak Rasyidi dan sekutunya Utsmaniyah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan Saudi dengan banyak korban di kedua belah pihak.[6]

Pertempuran Shinanah (1904)

Pertempuran Shinanah terjadi pada 29 September 1904, di kota Shinanah, Provinsi Qassim. Setelah kemenangan Ibn Saud dalam Pertempuran Bukairiyah, Ibn Saud berencana untuk menaklukkan seluruh wilayah Qassim. Wangsa Rasyid juga berencana untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut. Pertempuran berakhir dengan kemenangan Saudi, Ibn Saud memperoleh ribuan sisa logistik yang ditinggalkan di kota tersebut dan memaksa Wangsa Rasyid dan sekutunya Utsmaniyah untuk pindah kembali ke Rawdat Muhanna.[7]

Pertempuran Rawdat Muhanna (1906)

Pertempuran Rawdat Muhanna dimulai pada 12 April 1906, di Taman Muhanna, Provinsi Qassim, Setelah kekalahan dari Ibn Saud dalam pertempuran sebelumnya, Abdulaziz bin Mut'ib yang lebih dikenal sebagai Ibn Rasyid, berencana untuk membangun aliansi baru dengan para pemimpin Qassimi, Ibn Saud mengirim pasukannya dengan perintah Ibrahim Ibn Aqil untuk menghancurkan aliansi ini sebelum menjadi ancaman. Pasukan Ibn Aqil berhasil membunuh Ibn Rasyid dalam pertempuran ini bersama ratusan sekutu Qassimi dan Utsmaniyah. Kemenangan Ibn Saud dalam pertempuran ini mengakhiri pengaruh Utsmaniyah di Najd dan Qassim pada akhir Oktober 1906.[8]

Catatan

  1. ↑ Mellon 2015, hlm. 48.
  2. ↑ Anscombe 1994, hlm. 256.
  3. 1 2 Al Utaibi 2017, hlm. 7.
  4. ↑ Barret 2015, hlm. 30. sfn error: tanpa target: CITEREFBarret2015 (bantuan)
  5. ↑ Al Azma 1999, hlm. 49.
  6. ↑ Mikaberidze 2011, hlm. 807.
  7. ↑ Al Moqatel 2020, 6. sfn error: tanpa target: CITEREFAl_Moqatel2020 (bantuan)
  8. ↑ Al Saud, hlm. 79.

Referensi

Bacaan lanjut

  • Madawi Al Rasheed. (1991). Politics in an Arabian oasis. The Rashidi Tribal Dynasty. I.B. Tauris & Co Ltd, London & New York. ISBN1-85043-320-8
Abdulaziz bin Mut'ib ar-Rasyid
Lahir: 1870 Meninggal: 1906
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Muḥammad bin Abdullah
Emir Jabal Shammar
1897–1906
Diteruskan oleh:
Mut'ib bin Abdulaziz
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan