Rabu, 04 November 2026
20:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Penyatuan Arab Saudi

Penyatuan Arab Saudi

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Penyatuan Arab Saudi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Penyatuan Arab Saudi
330px-Saudi_Arabia_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah Negara Saudi saat ini (Arab Saudi)
Tanggal1902 – 1925
Lokasi
Hasil

Dinasti Saud mengambil alih bagian tengah dan utara Semenanjung Arab

Pihak yang terlibat
40px-Flag_of_Hejaz_%281917%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kerajaan Hijaz

40px-Flag_of_Nejd_%281921%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kesultanan Nejd

40px-Ottoman_flag_alternative_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kesultanan Utsmaniyah
40px-Flag_of_the_Emirate_of_Ha%27il.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Emirat Jabal Shammar
Pemimpin atau tokoh terkemuka
40px-Flag_of_Hejaz_%281917%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hussein bin Ali
40px-Flag_of_Hejaz_%281917%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Ali bin Hussein

40px-Flag_of_Nejd_%281921%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Abdulaziz Ibn Saud

Kesultanan Utsmaniyah Fakhri Pasha
40px-Flag_of_the_Emirate_of_Ha%27il.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Abdul-Aziz bin Mitab
Kekuatan
38,000 77,000 23,000

Penyatuan Arab Saudi adalah kampanye militer dan politik di mana berbagai suku, kesyekhan, dan emirat di sebagian besar wilayah Semenanjung Arab ditaklukkan oleh Dinasti Saud atau Bani Saud yang terjadi antara tahun 1902 dan 1932, di mana kemudian Kerajaan Arab Saudi diproklamasikan. Langkah penyatuan ini berada di bawah kepemimpinan Sultan Nejd saat itu, Abdul Aziz As-Saud atau Ibnu Saud. Wilayah kekuasaan Dinasti Saud ini dikenal sebagai Negara Saudi Ketiga atau sekarang disebut Arab Saudi untuk membedakan dengan Negara Saudi Pertama dan Kedua yang telah ada sebelumnya di bawah kekuasaan Bani Saud.

Bani Saud telah diasingkan di Kuwait sejak 1893, setelah kehancuran Negara Saudi Kedua dan kebangkitan Emirat Jabal Shammar di bawah Dinasti Rashid. Pada tahun 1902, Ibnu Saud berhasil merebut kembali kota Riyadh, bekas ibu kota Dinasti Saud. Dia melanjutkan untuk menaklukkan seluruh Najd, Al-Hasa, Jabal Shammar, 'Asir, dan Hijaz (wilayah tempat dua kota suci Umat Islam, Mekkah dan Madinah) antara tahun 1913 dan 1926. Kemudian dibentuk Kerajaan Nejd dan Hijaz pada tahun 1927 hingga kemudian dilanjutkan konsolidasi dengan Al-Hasa dan Qatif, dan akhirnya terbentuklah Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1932.

Latar belakang

Menyusul Kesepakatan Diriyah antara Muhammad bin Abdul Wahhab dan Muhammad bin Saud, Bani Saud mendirikan Negara Saudi Pertama, sebuah negara kerajaan yang terlepas dari Kesultanan Utsmaniyah. Berawal dari wilayah Najd di tengah Semenanjung Arab, Negara Saudi Pertama menaklukkan sebagian besar wilayah Semenanjung Arab yang berpuncak pada perebutan kota suci Muslim, Mekkah pada tahun 1802.

Terebutnya Mekah merupakan sebuah pukulan berat bagi Kesultanan Utsmaniyah yang telah berdaulat atas kota suci tersebut sejak 1517. Akhirnya Kesultanan Utsmaniyah memutuskan untuk mengambil tindakan melawan Bani Saud. Tugas untuk menghancurkan Saudi diberikan kepada raja muda Mesir yang kuat, Muhammad Ali Pasha, yang kemudian mengirim pasukan ke wilayah Hijaz dan merebut kembali Mekkah. Anaknya, Ibrahim Pasha, sementara itu memimpin pasukan Utsmaniyah ke jantung Najd, merebut kota demi kota yang dikenal sebagai Ekspedisi Najd. Setibanya di ibu kota Saudi di Diriyah, Ibrahim mengepung kota tersebut selama beberapa bulan sampai akhirnya Saudi menyerah pada musim dingin tahun 1818. Ibrahim kemudian mengirim banyak anggota Bani Saud dan Muhammad bin Abdul Wahhab ke Mesir dan ibu kota Kesultanan Utsmaniyah, Konstantinopel dan selanjutnya memerintahkan penghancuran Diriyah secara sistematis. Pemimpin (amir) Saudi terakhir, Abdullah bin Saud, kemudian dieksekusi di Konstantinopel.

Anggota Bani Saud bertahan hidup dalam pengasingan di Kuwait dan melanjutkan pendirian Negara Saudi Kedua, yang dianggap telah berakhir dengan ditangkapnya cucu Muhammad bin Saud, pendiri Negara Saudi Pertama, yakni Saud bin Abdul Aziz dari Riyadh (wilayah yang dirancang sebagai ibu kota baru) pada tahun 1824 sampai Pertempuran Mulayda pada tahun 1891. Dibandingkan dengan Negara Saudi Pertama, periode Saudi Kedua ditandai dengan sedikit ekspansi teritorial dan kurangnya semangat religius. Hal ini juga ditandai dengan ketidakstabilan, yang dapat dieksploitasi oleh Bani Rasyid dari Emirat Jabal Shammar. Pemimpin Saudi, Abdul Rahman bin Faisal, mencari perlindungan di Kuwait pada tahun 1893.

Sejarah

Perang Najd-Hejaz Kedua

Penaklukan Saudi atas Hijaz adalah sebuah kampanye yang dilakukan oleh Sultan Saudi Abdulaziz Al Saud untuk mengambil alih Kerajaan Hashemite Hijaz pada tahun 1924–1925. Kampanye tersebut berhasil berakhir pada bulan Desember 1925, dengan jatuhnya Jeddah. Selanjutnya, pada tahun 1926, Abdulaziz diproklamasikan sebagai raja Hijaz, dan mengangkat Nejd menjadi sebuah kerajaan juga pada tahun 1927. Selama lima tahun lebih berikutnya, wilayah Saudi disebut sebagai Kerajaan Nejd dan Hijaz, meskipun keduanya dikelola sebagai unit administratif terpisah.

Gerakan Ikhwan

Keadaan pasti di mana organisasi Ikhwan (saudara, persaudaraan) muncul masih belum jelas. Namun, diketahui bahwa mereka terdiri dari orang Badui yang dijiwai semangat Wahhabi di pemukiman yang disebut hijra. Mereka memainkan peran penting dalam naiknya kekuasaan Saudi, meskipun besarnya peran tersebut terkadang masih diperdebatkan.[1]

Lihat pula

Sumber

  • Commins, David (2006). The Wahhabi Mission and Saudi Arabia. London, New York: I. B. Tauris. hlm. 80–94. ISBN 978-1-84511-080-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Referensi

  1. ↑ Commins, David (2006). The Wahhabi Mission and Saudi Arabia. London, New York: I. B. Tauris. hlm. 80–94. ISBN 978-1-84511-080-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan