Senin, 02 November 2026
18:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Abdul Hamid Hakim

Abdul Hamid Hakim

Bagikan:
Abdul Hamid Hakim
Tuanku Mudo
250px-Abdul_Hamid_Hakim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KebangsaanIndonesia Indonesia

Syekh Haji Abdul Hamid Hakim, bergelar Tuanku Mudo (lahir di Sumpu, Tanah Datar, tahun 1893 - meninggal di Padang Panjang, 13 Juli 1959 pada umur 66 tahun) adalah seorang ulama terkemuka Indonesia asal Minangkabau (Sumatera Barat).[butuh rujukan]

Riwayat

Kehidupan

Abdul Hamid Hakim yang lahir di Sumpu, di tepian danau Singkarak pada tahun 1311 Hijriah bertepatan dengan 1893 Masehi merupakan putra dari seorang ayah yang berprofesi sebagai pedagang. Sewaktu kecil ia ikut ke kota Padang mengikuti ayahnya yang berdagang di kota tersebut.[butuh rujukan]

Pendidikan

Di kota Padang ia masuk Sekolah Dasar (SD), lalu setelah tamat ia kembali ke kampung halamannya, Sumpu, dan belajar tulis-baca Al Quran. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Sungayang dan belajar pada Syekh Muhammad Thaib Umar selama dua tahun.[butuh rujukan]

Pada tahun 1910, setelah berusia 16 tahun, Abdul Hamid belajar ke Maninjau pada Syekh Karim Amrullah.[butuh rujukan] Ia pun ikut ketika gurunya tersebut pindah ke Padang, ke kota tempat orangtuanya berdagang. Ketika Syekh Amrullah pindah lagi ke Padangpanjang, Abdul Hamid tetap mengikutinya.[butuh rujukan]

Karier

250px-Masjid_Zu%27ama_Jembatan_Besi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surau Jembatan Besi atau kini bernama Masjid Zu'ama Jembatan Besi, 2020

Abdul Hamid Hakim kemudian diangkat jadi guru bantu di masjid Jembatan Besi, Padangpanjang. Sejak itulah ia populer dengan nama Angku Mudo Hamid. Selanjutnya ia kemudian diangkat jadi Guru Kepala dengan keahlian di bidang fiqih (hukum Islam). Ia menggantikan Syekh Abdul Karim Amrullah yang pindah ke Jakarta.[butuh rujukan]

Ketika mengajar di Masjid Jembatan Besi, Abdul Hamid Hakim mendidik beberapa orang yang dikemudian hari menjadi orang besar dan terkenal, seperti Ahmad Rasyid Sutan Mansur, yang pernah memimpin Muhammadiyah, Zainal Abidin Ahmad, mantan Wakil Ketua DPR RI, Buya Mansoer Daoed Dt. Palimo Kayo, yang pernah jadi duta besar Indonesia, Hamka, ulama dan sastrawan besar, Mukhtar Yahya, rektor IAIN Yogyakarta, Ali Hasymi, mantan gubernur Aceh, serta tokoh politik singa betina Rasuna Said.[butuh rujukan]

Karya Tulis

Mabādīʾ Awwaliyyat fī Uṣūl al-Fiqh wa al-Qawāʿid al-Fiqhiyyat (مبادئ أولية في أصول الفقه والقواعد الفقهية)

Wafat

Abdul Hamid Hakim meninggal dunia di Padang Panjang, Senin, 13 Juli 1959 atau 7 Muharram 1379 H.[1][2][3][4]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan