Selasa, 03 November 2026
08:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Abdul Halim Mahmud

Abdul Halim Mahmud

Bagikan:
Abdelhaleem_mahmoud.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
KebangsaanMesir
KeluargaUniversitas Al-Azhar
Abdul Halim Mahmud
Rektor Universitas Al-Azhar
Masa jabatan
1973–1978
PendahuluMuhammad Al-Faham
PenggantiMuhammad Abdur-Rahman Baishar Al-'Asy'ari As-Syafi'i
Informasi pribadi
Lahir(1910-05-12)12 Mei 1910
PendidikanUniversitas Al-Azhar
ProfesiUlama

Sheikh Abdul Halim Mahmud (bahasa Arab:الإمام الأكبر عبدالحليم محمود) (12 Mei 1910 – 17 Agustus 1978/ 2 Jumaada al-awal 1328 H. - 14 al-qi'dah 1398 H.) menjabat sebagai Imam besar Al Azhar dari tahun 1973 dan meninggal pada tahun 1978. Dikenal karena modernisasi pendekatan untuk mengajar di Al Azhar, khotbah moderasi dan merangkul ilmu pengetahuan modern sebagai kewajiban agama.

Kehidupan awal

Abdul Halim Mahmud lahir pada 12 Mei 1910 di desa Abou Ahmed (Al Salam), di Provinsi Sharqia, 50 kilometer timur laut dari Kairo, Mesir. Ia sudah hafal Al-qur'an pada usia dini dan mulai membuat studinya di Al Azhar, lulus pada tahun 1932. Dia kemudian melanjutkan studi di Prancis, dan memperoleh gelar Doktor Filsafat dari Universite de Paris - La Sorbonne pada tahun 1940.[1]

Kepribadiannya

Kepribadiannya, menurut Prof.Dr. Muhammad Quraish Shihab sebagai murid sewaktu kuliah di Universitas Al-Azhar, walaupun sudah menjadi Syaikh Al-Azhar merupakan tokoh yang sangat sederhana dan tulus, bahkan kerap berangkat naik bus umum ke kampus bersama Syaikh Abdul Halim Mahmud.[2][3]

Hukum islam

Mahmud mendukung konsisten penggantian Mesir hukum perdata kode dengan Syariah. Ia berpendapat bahwa Hudud (hukuman syariah yang diamanatkan dan tetap) hukuman potong tangan bagi pencuri diperintahkan oleh Allah dan saat dilaksanakan oleh Ibnu Saud di Arab Saudi.

Ilmu Pengetahuan

Bagi Mahmud, "setiap reformasi -- baik pada tingkat pribadi atau di tingkat masyarakat -- dimulai dengan ilmu, baik itu ilmu agama atau materi. Apakah reformasi dari sudut pandang teori ilmu pengetahuan atau dari materi atau ilmu pengetahuan empiris, sesuai dengan suatu tujuan. Tujuannya adalah merupakan kewajiban agama dalam rangka mencari ridha Allah. Karena mencari ilmu adalah suatu bentuk ibadah dan bentuk dari jihad."

Tasawuf

Syaikh Abdul Halim Mahmud mengingatkan untuk menghidupkan kembali ajaran Sufi melalui tulisan produktif dan materi ceramah. Dia sangat dipengaruhi oleh guru sufinya yang kebangsaan Sudan Shaikh Muhammad Osman Abd Al-Burhany yang pengetahuannya membantu reformasi ideologi dan konsep-konsep dalam bidang tasawuf. Bahkan ia menulis tentang seorang tokoh sufi yaitu Syaikh Ahmad al-Badawi, perintis tarikat Al-Badawiyah.

Kematian

Abdul Halim Mahmud meninggal pada hari Selasa tanggal 14 Zulkaidah 1398 H atau 17 Oktober 1978 M. Ia meninggal di Kairo, Mesir.[4]

Lihat pula

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Ulama ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan