Sabtu, 24 Oktober 2026
09:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Abdullah bin Ibad

Bagikan:

ʿAbdullāh bin Ibāḍ at-Tamīmī (bahasa Arab:عبدالله بن إباض التميمي; meninggal abad ke-7 Masehi) adalah seorang cendikiawan Islam Arab dari Basra, dari klan Bani Sa'ad dari suku Tamim. Dalam historiografi Islam tradisional, ia adalah seorang pendiri Islam cabang Ibadi.[1]

Ibnu Ibad adalah salah satu kelompok Khawarij Basra yang dipimpin oleh Nafi' bin Azraq, bergabung dengan para pembela di bawah naungan Abdullah bin Zubair pada saat pengepungan Ka'bah oleh Bani Umayyah pada tahun 683. Setelah pengepungan dicabut, kaum Khawarij kecewa terhadap penolakan Ibnu Zubair untuk mencela mendiang Khalifah Usman bin Affan dan kembali ke Basra. Di sana mereka dipenjarakan oleh gubernur Umayyah Ubaidillah bin Ziyad. Ketika kaum Basra bangkit dan menggulingkan pemerintahan Bani Umayyah, para tawanan dibebaskan. Ibnu Azraq memimpin banyak dari mereka ke Ahvaz.[1] Ibnu Ibad tetap di Basra, Ayahnya, Ibad bin Amru at-Tamimi, adalah seorang pemimpin kaum moderat yang pertama yang menolak memisahkan diri dengan Ibnu Azraq.[2]

Referensi

  1. 1 2 Congress, Union européenne des arabisants et islamisants (2006). Authority, Privacy and Public Order in Islam: Proceedings of the 22nd Congress of L'Union Européenne Des Arabisants Et Islamisants (dalam bahasa Inggris). Peeters Publishers. hlm. 51–58. ISBN 978-90-429-1736-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Schmidtke, Sabine (2016-03-31). The Oxford Handbook of Islamic Theology (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 242. ISBN 978-0-19-106879-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan