Kamis, 22 Oktober 2026
15:28 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal

A Coffee In Berlin

Bagikan:

A Coffee in Berlin merupakan film Jerman bergenre komedi-tragedi yang dirilis di US tahun 2014 dengan judul asli yaitu "Oh Boy" yang telah diputar pada tahun 2012. Film ini disurtadarai oleh Jan-Ole Gerster dalam bentuk film hitam putih. Film ini menceritakan ada seorang laki-laki yang dikeluarkan dari universitas bernama Niko, kemudian ditinggalkan oleh pacarnya dan kehilangan dukungan keuangan dari ayahnya. Film ini memiliki unsur komedi mengenai bagaimana cara Niko bertahan hidup di jalanan yang ia habiskan untuk minum di kedai kopi, bar dan galeri seni.[1]

Pemeran[2]

Penghargaan

Film A Coffee in Berlin memperoleh nominasi beberapa ajang award pada tahun 2013 yaitu pada Belgian Film Critics Association award dengan kategori Grand Prix, European Film Awards dengan kategori film terbaik, aktor terbaik dan pilihan pemirsa. Pada tahun yang sama (2013) film ini menjadi pemenang pada kategori film dengan fitur terbaik, screenplay terbaik, sutradara terbaik, aktor terbaik, aktor pengganti terbaik, dan nilai terbaik pada ajang German Film Awards.[3]

Referensi

  1. ↑ Saltz, Rachel (2014-06-12). "'A Coffee in Berlin' Explores a City's Shadowy History". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2017-10-03.
  2. ↑ A Coffee in Berlin (2012), diakses tanggal 2017-10-03
  3. ↑ Oh Boy, diakses tanggal 2017-10-03
Ikon rintisan

Artikel bertopik film Amerika Serikat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan