Senin, 05 Oktober 2026
23:11 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
ATR 42-500

ATR 42-500

Pesawat Turboprop sipil

Bagikan:
250px-ATR42_500.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ATR 42-500 milik maskapai EuroLOT sebelum mendarat di Bandar Udara Warsaw

Pesawat ATR 42-500 atau Avions de Transport Regional adalah sebuah pesawat turboprop penumpang sipil (airliner) komuter regional dengan kapasitas 42 orang penumpang. Dibuat oleh Aerospatiale Prancis dan Aeritalia (sekarang Alenia) (Italia).

Performa Pesawat

250px-ATR_ATR-42-500%2C_Lufthansa_Regional_%28Contact_Air_Interregional%29_AN1603095.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kabin ATR 42-500

Dengan mesin turboprop 1610 kW buatan Pratt & Whitney PW-127Es, dengan baling-baling 6 bilah ini mwmiliki kecepatan 563 km/jam (304 mil/jam) dengan jarak jelajah 1.850 km.

Berat dan Dimensi

250px-ATR_family_v1.0.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
ATR 42 dan ATR 72 dengan tiga sisi

Pesawat dengan rentang sayap 24,57 meter, panjang 22,67 meter, tinggi 7,59 meter ini memiliki bobot kosong 11.250 kg dan berat maksimal saat lepas landas (take-off) 18.600 kg.

Sejarah

Aerospatiale dan Aeritalia (sekarang Alenia) membuat seri ATR (Avions de Transport Regional) untuk penerbangan lokal. ATR 42 merupakan seri pertama yang diluncurkan pada oktober 1981. Prototipe pertama mengudara pada 16 Agustus 1984, Mendapat Sertifikasi kelaikan udara dari Prancis dan Italia bulan September 1984 dan pada bulan Desember 1984 sudah mulai dioperasikan oleh maskapai penerbangan. Meski banyak perbaikan, baru pada tahun 1995 diluncurkan ATR 42-500 dengan mesin lebih kuat dari variant sebelumnya, propeler berbilah 6 dan kokpit yang terkomputerisasi. Total pemesan ATR 42 (sejak versi awal) mencapai 343 dan 336 sudah dikirimkan ke setiap perusahaan penerbangan.

Insiden dan Kecelakaan Penting

Pada 17 Januari 2026, sebuah ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dengan registrasi PK-THT mengalami kecelakaan fatal di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Pesawat yang dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk misi pengawasan ini sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar saat hilang kontak dan kemudian ditemukan telah menabrak lereng gunung.[1]

Seluruh 10 orang di dalam pesawat (7 awak dan 3 penumpang) meninggal dunia.[2] Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengkategorikan kecelakaan ini sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), di mana pesawat yang masih terkendali menabrak medan.[3] Sehari sebelum kecelakaan, pesawat sempat dilaporkan mengalami kendala mesin yang telah diperbaiki dan dinyatakan layak terbang.[4] Investigasi penyebab pasti masih berlangsung.

Varian sebelumnya

Links


Ikon rintisan

Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ "Pesawat ATR 42-500 jatuh di Sulsel – Apa saja yang sudah diketahui?". BBC News Indonesia. 2026-01-18. Diakses tanggal 2026-01-18.
  2. ↑ "Basarnas: Tak Ada yang Selamat di Pesawat ATR 42-500, Kami Berharap Mukjizat". Kompas.com. 2026-01-21. Diakses tanggal 2026-01-21.{{cite web}}: |work= and |website= ditentukan lebih dari satu kali
  3. ↑ [email protected], Saiful Rijal Yunus- (2026-01-19). "Mengenal CFIT, Situasi Pesawat ATR 42-500 yang Menabrak Gunung Bulusaraung". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-19.
  4. ↑ developer, mediaindonesia com. "5 Fakta Pengakuan IAT soal Pesawat ATR 42-500, Mesin Sempat Bermasalah". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-01-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan