Kamis, 24 September 2026
05:58 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

ARY News

Stasiun televisi berita asal Pakistan

ARY News
120px-Arynews.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisJaringan televisi
NegaraPakistan
Wilayah siaranPakistan
Kantor pusatKarachi, Sindh, Pakistan
BahasaBahasa Urdu
PemilikARY Digital Network
Saluran seinduk
Diluncurkan26 September 2004;21 tahun lalu (2004-09-26)
Pendiri
  • Abdul Razzak Yaqoob
  • Salman Iqbal
Situs resmiarynews.tv
urdu.arynews.tv

ARY News (Urdu: ARY نیوز) merupakan stasiun televisi swasta dari Pakistan yang fokus menyiarkan berita.[1] Stasiun tersebut diluncurkan pada tanggal 26 September 2004. Saat diluncurkan, stasiun tersebut menggunakan nama "ARY One", kemudian berganti nama menjadi "ARY One World", kemudian berganti nama lagi menjadi "ARY News" pada Mei 2009. Saluran ini dimiliki oleh ARY Digital Network, yang merupakan anak perusahaan dari ARY Group. Kantor pusat ARY News berlokasi di Karachi, Pakistan.

Referensi

  1. "About US (Ary News)". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-5-4. Diakses tanggal 2024-12-28.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |archive-date=


Ikon rintisan

Artikel bertopik televisi, stasiun televisi, atau acara televisi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan