Senin, 28 September 2026
14:09 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

APFSDS (peluru anti tank)

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Juli 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Armour-piercing fin-stabilized discarding sabot (APFSDS), penetrator panah panjang, long dart penetrator, atau sederhananya amunisi panah, dart ammunition adalah jenis amunisi penetrator energi kinetik yang digunakan untuk menyerang lapis baja kendaraan modern. Sebagai persenjataan tank tempur utama, amunisi ini menggantikan amunisi Armour-Piercing Discarding Sabot (APDS), yang masih digunakan dalam sistem senjata kaliber kecil atau menengah, APFSDS sendiri memiliki kekerasan yang luar biasa hampir setara dengan kekerasan Berlian karena bahan yang digunakan adalah Tungsten dan Depleted Uranium yang memiliki kekerasan 7.5 sampai 9 Skala Mohs bahkan mendekati 10 untuk Tungsten dan untuk Depleted Uranium memiliki kekerasan 6 Skala Mohs, APFSDS didesain untuk memaksimalkan penetrasi dengan membuat ukuran amunisi yang lebih kecil daripada diameter laras untuk mengakali Densitasnya amunisi dibuat lebih panjang agar Densitasnya besar, dan biasanya APFSDS dibungkus menggunakan Baja Konstruksi untuk membuat nya pas dilaras.[1][2]

Referensi

  1. ↑ "Design for Control of Projectile Flight Characteristics, AMCP 706-242" (PDF). US Army Materiel Command. 1966. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-02-24. Diakses tanggal 2017-03-22.
  2. ↑ "MIL-HDBK-762, Design of Aerodynamically Stabilized Free Rockets". Every spec. 1990. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-03-23. Diakses tanggal 2017-03-22.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan