Sabtu, 24 Oktober 2026
01:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
A. Dirk Moses

A. Dirk Moses

Bagikan:
A. Dirk Moses
250px-A._Dirk_Moses_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Moses during a presentation at the Haus der Kulturen der Welt in Berlin in 2022
Lahir
Anthony Dirk Moses

1967 (umur 58–59)
Brisbane, Queensland, Australia
Orang tua
Latar belakang akademik
Pendidikan
TesisThe Forty-fivers[1] (2000)
Martin Jay
Karya akademik
Disiplin
Subdisiplin
Institusi
Karya terkenal
The Problems of Genocide
Gagasan terkenal
Abad rasial
Katekismus Jerman
Situs webdirkmoses.com

Anthony Dirk Moses (lahir 1967) adalah seorang sarjana Australia yang meneliti berbagai aspek genosida. Pada tahun 2022 ia menjadi Profesor Ilmu Politik Anne dan Bernard Spitzer di City College of New York, setelah sebelumnya menjadi Profesor Terhormat Frank Porter Graham untuk Sejarah Hak Asasi Manusia Global di Universitas Carolina Utara di Chapel Hill.[2][3] Dia secara luas dianggap sebagai sarjana terkemuka tentang genosida, terutama dalam konteks kolonial, serta perkembangan politik dari konsep itu sendiri.[4] Ia dikenal karena menciptakan istilah "abad rasial" yang mengacu pada periode 1850–1950.[5] Dia adalah pemimpin redaksi Journal of Genocide Research.

Referensi

  1. ↑ Moses, Anthony Dirk (2000). The Forty-fivers: The Languages of Republicanism and the Foundation of West Germany, 1945–1977 (PhD tesis). Berkeley, California: University of California, Berkeley. OCLC 47068134.
  2. ↑ "A. Dirk Moses". The City College of New York. 25 Juli 2022. Diakses tanggal 11 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "A. Dirk Moses Faculty Page". UNC History Department. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 Agustus 2020. Diakses tanggal 21 Juli 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Moses, A. Dirk (2021). The problems of genocide : permanent security and the language of transgression. ISBN 978-1-316-21730-6. OCLC 1159607278.
  5. ↑ Anne Fuchs, Jonathan James Long, W.G. Sebald and the Writing of History, hlm. 110, Königshausen & Neumann, 2007. Istilah ini digunakan dalam esai yang diterbitkan Moses pada tahun 2002: “Conceptual Blockages and Definitional Dilemmas in the Racial Century: Genocide of Indigenous Peoples and the Holocaust,” Patterns of Prejudice, 36:4 (2002), 7-36. Disarikan dalam Berel Lang dan Simone Gigliotti, edisi., The Holocaust: A Reader (Oxford: Blackwell, 2005), 449-63.


Flag of AustraliaBiography icon

Artikel bertopik biografi Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan