Minggu, 27 September 2026
20:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Zodia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (November 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.
Artikel ini bukan mengenai Zodiak.
Zodia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae
Genus: Euodia
Spesies:
E. hortensis
Nama binomial
Euodia hortensis
Sinonim

Euodia varians Benth.
Euodia odorifera Schum.
Euodia suaveolens Scheff.
Euodia longifolia A. Rich.
Euodia hortensis sinuata Lauterb.
Euodia hortensis simplicifolia Rech.
Euodia hortensis odorifera (K. Schum.) Engl.
Euodia hortensis longifolia (A. Rich.) Lauterb.
Euodia hortensis simplicifolia (Rech.) K. Schum. ex Lauterb.

Zodia (Euodia hortensis, sinonim: Euodia suaveolens) adalah tumbuhan yang masih tergolong dari suku jeruk-jerukan (Rutacea) dan merupakan tanaman endemik Indonesia yang berasal dari Papua, tetapi kini tanaman zodia sudah mulai dibudidayakan di berbagai tempat. Tanaman ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat asli Papua sebagai sebagai media untuk mengusir serangga dan nyamuk dengan cara dengan cara mengusapkan daun zodia ke seluruh tubuh.

Klasifikasi Cronquist

Klasifikasi Ilmiah Zodia menurut sistem klasifikasi Cronquist yaitu:

  • Kerajaan: Plantae;
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub Divisi: Magnoliophyta;
  • Kelas: Magnoliopsida;
  • Ordo: Sapindales;
  • Famili: Rutaceae;
  • Genus: Euodia;
  • Spesies: Euodia suaveolens.

Ciri-Ciri Tanaman Zodia

  • Zodia merupakan tanaman perdu dari suku jeruk-jerukan (Rutaceae) yang mempunyai tinggi berkisar antara 50–200 cm dengan rata-rata tinggi berkisar antara 75 cm.
  • Daun pohon zodia berbentuk pipih memanjang agak lentur dengan warna kuning kehijau-hijauan, panjang daunnya berkisar antara 2–30 cm.
  • Tanaman zodia dapat mencapai ukuran 2 meter bila tumbuh di daerah bebas.

Identifikasi Tanaman Zodia

  • Daun:
    • Bentuk daun lonjong atau lanset dengan panjang sekitar 10–15 cm dan lebar sekitar 2–3 cm. Daunnya tipis, berwarna hijau kekuningan, dan permukaan daun halus.
    • Daun Zodia mengeluarkan aroma khas yang harum dan segar ketika diusap, terutama karena mengandung minyak atsiri (terutama linalool dan apinene) yang dipercaya efektif untuk mengusir nyamuk.
  • Batang:
    • Batangnya ramping, berkayu, dan tumbuh tegak lurus. Batang tanaman ini bercabang banyak dan bisa mencapai ketinggian sekitar 50 cm hingga 2 meter.
    • Warna batangnya biasanya hijau kecokelatan.
  • Akar:
    • Akar Zodia adalah jenis akar serabut yang menyebar dan dangkal, cocok untuk pot atau langsung ditanam di tanah.
  • Bunga:
    • Zodia menghasilkan bunga yang berwarna putih kekuningan, namun bunga tanaman ini jarang terlihat karena lebih dikenal karena daunnya.

Daerah Penyebaran Dan Penanaman

Tanaman zodia banyak menyebar dan mampu hidup pada ketinggian antara 400-2000 meter dari permukaan laut sebagaimana halnya di pedalaman Memberamo, Papua tempat tanaman ini pertama ditemukan.

Pada umumnya tanaman ini ditanam di dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan, namun zodia dapat juga ditanam di luar ruangan seperti di halaman rumah.

Cara Memperbanyak

Tanaman ini sangat mudah diperbanyak, yaitu melalui biji dan stek ranting. Biasanya apabila kita sudah memiliki tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh disekitar tanaman.

Hasil Uji

Zodia (Evodia suaveolens) yang termasuk ke dalam keluarga Rutaceae, dikatakan mengandung evodiamine dan rutaecarpine. Dari beberapa literatur, tanaman ini bermanfaat sebagai anti-kanker. Menurut hasil analisis yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%) di mana linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk.

Dari pengujian yang dilakukan penulis terhadap nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan daun zodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demam berdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia, menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.

Pemanfaatan

Tanaman Zodia (Evodia Sauveolens) talah lama di pergunakan oleh penduduk asli papua sebagai pengusir serangga dan nyamuk. Tanaman zodia mengeluarkan aroma khas yang tidak disukai oleh nyamuk sehingga nyamuk tidak berani mendekat dan pergi.

Tanaman Zodia (Evodia Sauveolens) akan mengeluarkan aroma yang khas bila daun-daunnya saling bergesekan. Aroma yang keluar akibat pergesekan daun zodia inilah yang tidak disukai dan mampu mengusir nyamuk. Karenanya sebagai tanaman pengusir nyamuk, cukup menanam * tanaman ini di pot yang ditarud di sudut ruangan atau dekat jendela. Memperindah ruangan dengan Zodia, tanaman yang sekaligus mempunyai khasiat sebagai pengusir nyamuk sepertinya bukan sebuah pilihan yang jelek. Kecuali bagi nyamuk itu sendiri.

Di daerah sentani, Zodia digunakan sebagai penghilang bau badan. Tanaman Zodia tersebut dioleskan pada tubuh, pada saat akan pesta. Aroma tubuh yang kurang sedap menjadi harum wangi Zodia. Selain sebagai penghilang bau badan, juga dijadikan kalung sewaktu upacara adat. Daun dan bunga zodia dirangkai dengan tali, lalu dikalungkan di leher. Karena bau Zodia yang menyengat, diduga tanaman zodia bisa untuk mengusir nyamuk.

Kadang-kadang digunakan sebagai tonik atau penambah stamina tubuh. Sementara kulit batang yang direbus digunakan sebagai pereda demam malaria.

Kandungan

Menurut penelitian Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari dari daun tanaman zodia mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%). Linalool sendiri dikenal sebagai pengusir nyamuk.

Aroma khas zodia tidak disukai nyamuk. Kemungkinan besar karena adanya senyawa evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai serangga. Daun zodia dapat menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (Daya Proteksi) sebesar lebih dari 70%, selain itu lengan yang digigi oleh nyamuk demam berdarah akan cepat sembuh (Bentol dan Gatal) apabila digosok dengan daun zodia.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan