Selasa, 03 November 2026
23:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Zionisme religius

Zionisme religius

Gerakan Kebangsaan

Bagikan:
250px-Kippot.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kippot yang diperjualbelikan.
250px-PikiWiki_Israel_7273_%D7%A2%D7%99%D7%9F_%D7%94%D7%A0%D7%A6%D7%99quot%3B%D7%91_%D7%A2%D7%95%D7%9C%D7%94_%D7%9C%D7%94%D7%AA%D7%99%D7%99%D7%A9%D7%91%D7%95%D7%AA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pionir Zionis religius membangun Kibbutz Ein HaNatziv, 1946

Zionisme religius (Ibrani: צִיּוֹנוּת דָּתִית, translit. Tziyonut Datit, atau דָּתִי לְאוּמִּי Dati Leumi "Religius Nasional", atau כִּיפָּה סְרוּגָה Kippah seruga, artinya "topi rajutan") adalah sebuah ideologi yang memadukan Zionisme dan Yudaisme Ortodoks.

Sebelum pendirian Negara Israel, Zionis religius utamanya adalah Yahudi pengamat yang mendukung upaya Zionis untuk membangun negara Yahudi di Tanah Israel.

Setelah Perang Enam Hari, dan perebutan Tepi Barat, sebuah wilayah yang disebut dalam istilah Yahudi sebagai Yudea dan Samaria, komponen sayap kanan gerakan Zionis Religius mengitegrasikan revindikasi nasionalis, dan berubah menjadi Neo-Zionisme. Ideologi mereka melibatkan tiga pilar: Tanah Israel, Bangsa Israel, dan Taurat Israel.[1]

Tokoh terkenal

Referensi

  1. ↑ Adriana Kemp, Israelis in Conflict: Hegemonies, Identities and Challenges, Sussex Academic Press, 2004, pp.314–315.

Daftar pustaka

  • The Zionist Idea and Its Variations by Shlomo Avineri, Am Oved publishing, chapter 17: "Rabbi Kook – the dialection in salvation"

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Religious Zionism.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan