Rabu, 28 Oktober 2026
13:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ziauddin Sardar

Ziauddin Sardar

Bagikan:
British-Pakistani writer, cultural critic, and public intellectualTemplat:SHORTDESC:British-Pakistani writer, cultural critic, and public intellectual

Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Ziauddin Sardar" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(March 2014) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ziauddin Sardar
250px-Ziauddin_Sardar_in_London.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir31 Oktober 1951 (umur 74)
Nama lainZia
PendidikanCity University, London
Pekerjaansarjana, penulis, kritikus budaya
Situs webwww.ziauddinsardar.com

Ziauddin Sardar (bahasa Urdu:ضیاء الدین سردار; lahir 31 Oktober 1951) adalah sarjana asal Pakistan, penulis, kritikus budaya, dan intelektual publik yang berspesialisasi dalam pemikiran Muslim, masa depan Islam, futurologi dan ilmu pengetahuan dan hubungan budaya. Sebagai penulis dan editor lebih dari 50 buku,[1] Majalah Prospect telah menamainya sebagai salah satu dari 100 intelektual publik Inggris dan surat kabar The Independent menyebutnya: 'Polymath muslim Inggris sendirian'.[2]

Referensi

  1. ↑ Emma Mason, Reading the Abrahamic Faiths: Rethinking Religion and Literature, Bloomsbury Publishing (2014), p. ix
  2. ↑ Kane, P (28 Mei 2002). "The A to Z of Postmodern Life, by Ziauddin Sardar". The Independent. Diakses tanggal 19 Desember 2012.[pranala nonaktif]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan