Kamis, 29 Oktober 2026
01:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Zhao Rugua

Bagikan:

Zhao Rugua[1][2] (趙汝适), atau juga Chau Ju-Kua atau Chou Ju-kua (1170–1228) adalah seorang pemeriksa pabean di kota Quanzhou di Tiongkok pada masa wangsa Song akhir. Dia menulis buku dua jilid berjudul Zhufan Zhi atau Chu-fan-chi (諸蕃志, "Penguraian tentang Bangsa Biadab" [3] or "Records of Foreign Peoples", "Gazetteer of Foreigners" [4]) di sekitar tahun 1225 Masehi.

Jilid pertama adalah semacam katalog nama tempat asing, dengan penguraian setiap tempat, adat-istiadat orang setempat dan barang dagangan yang dihasilkan. Dalam buku ini, Zhao menguraikan tempat seperti Mercusuar Alexandria.

Jilid kedua adalah suatu katalog barang dagangan.

Banyak bagian Zhufan Zhi mengambil keterangannya dari buku yang lebih kuno, Ling-wai-tai-ta, yang ditulis tahun 1178 oleh penulis yang bernama Chou Ch’u-fei.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Friedrich Hirth and W.W. Rockhill (translators), CHAU-JU-KUA: His work on the Chinese and Arab Trade in the twelfth and thirteenth Centuries, entitled chu-fan-chi (Cheng-Wen Publishing Company, 1967).
  2. ↑ CHAU-JU-KUA: His work on the Chinese and Arab Trade in the twelfth and thirteenth Centuries Diarsipkan 2011-07-21 di Wayback Machine, entitled chu-fan-chi (scanned version in PDF format)
  3. ↑ Old Chinese Book Tells of the World 800 Years Ago; Chau-Ju-Kua's Chronicles of the Twelfth Century, Now First Translated, Give a "Description of Barbarous Peoples" Picked Up by This Noted Inspector of Foreign Trade and Descendant of Emperors.
  4. ↑ The Emperor's Giraffe Diarsipkan 2008-10-25 di Wayback Machine by Samuel M. Wilson


Ikon rintisan

Artikel bertopik penulis atau penyair Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan