Senin, 26 Oktober 2026
18:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Yunus Emre

Yunus Emre

Bagikan:
250px-Karaman_Yunus_Emre_monument_4725.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Yunus Emre adalah seorang pemikir dan penyair Turki yang memajukan nilai-nilai kesabaran, kepuasan, toleransi, kedermawanan, kebaikan, dan kebajikan yang sejalan dengan ajaran Islam. Ia tinggal di Anatolia dari pertengahan abad ke-13 hingga kuartal pertama abad ke-14.

Ia merupakan salah satu bapak terpenting pemikiran rakyat Islam-Turki. Ia memiliki dua karya yang disebut Risâletü’n-Nushiyye, yang ditulis pada 1307-1308, dan Diwan yang terdiri dari puisinya yang disusun oleh para pecintanya setelah kematiannya. Ia merupakan pemikir sufi besar dan penyair rakyat yang dianggap sebagai salah satu arsitek spiritual Anatolia.

Yunus menulis puisinya dalam bahasa rakyat. Ia menggambarkan cinta ilahi yang dicari oleh setiap orang beriman. Ia memainkan peran dalam pembentukan dialek yang disebut “Turki Anatolia lama,” yang merupakan fase pertama dari siklus historis bahasa Turki. Yunus Emre dikenang setiap tahun pada awal Mei dengan acara yang diadakan selama Yunus Emre Culture and Art Week.[1]

Referensi

  1. ↑ "Yunus Emre: Penyair spiritual Turki". Turkinesia.{{cite web}}: |archive-url= memerlukan |archive-date=


Flag of TurkiBiography icon

Artikel bertopik biografi Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan