Rabu, 21 Oktober 2026
14:01 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Yudea Hasmoni

Yudea Hasmoni

Bagikan:
Kerajaan Yahudi Levant selatan (140–37 SM)Templat:SHORTDESC:Kerajaan Yahudi Levant selatan (140–37 SM)
"Kerajaan Hasmoni" beralih ke halaman ini. Untuk dinasti yang memerintah, lihat Dinasti Hasmoni.
Kerajaan Hasmoni
ממלכת החשמונאים
Mamleḵeṯ hāḤašmonaʾim
141–37 SM
Lokasi Yudea
Status
Ibu kotaYerusalem
Bahasa umum
Agama Yudaisme Bait Suci Kedua
PemerintahanMonarki teokratis
Imam Besar dan etnark/raja 
• 142/1–134 SM
Simon Tasi
• 134 (110)–104 SM
Yohanes Hirkanus
• 104–103 SM
Aristobulus I
• 103–76 SM
Aleksander Yaneus
• 76–67 SM
Salome Aleksandra
• 67–66 SM
Hirkanus II
• 66–63 SM
Aristobulus II
• 63–40 BCE
Hirkanus II
• 40–37 BCE
Antigonus
Era SejarahZaman Helenistik
167 SM
• Dinasti didirikan
141 SM
• Kemerdekaan penuh
110 SM
• Pompeius mengintervensi dalam perang saudara Hasmoni
63 SM
40 BCE
• Dilengserkan oleh Herodes Agung
37 SM
Mata uangUang logam Hasmoni
Didahului olehDigantikan oleh
Palestina Helenistik
krjKerajaan
Herodes
Sekarang bagian dari
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Israel
Tembok Barat, Yerusalem
Israel kuno dan Yudea
Zaman Bait Allah Kedua (530 SM–70 M)
Abad Pertengahan (70–1517)
Kekuasaan Ottoman dan Inggris (1517–1948)
Negara Israel (1948–sekarang)
Sejarah Tanah Israel menurut topik
Hal terkait

Yudea Hasmoni, juga dikenal pada sebagian sejarahnya sebagai Kerajaan Hasmoni, adalah sebuah negara Yahudi yang merdeka di Yudea dan wilayah sekitarnya, selama masa Helenistik dari Periode Bait Suci Kedua. Negara Hasmoni muncul dari pemberontakan Makabe terhadap pemerintahan Seleukia. Negara ini diperintah oleh Dinasti Hasmoni, yang merupakan keturunan dari Makabe, dan menggabungkan jabatan imam besar dan etnark. Para pemimpin dinasti tersebut kemudian menyandang gelar raja. Pada awalnya, Yudea masih menjadi negara semi-otonom di bawah Kekaisaran Seleukia, tetapi seiring merosotnya kekuasaan Seleukia, negara Hasmoni meraih kemerdekaan penuh dan memperluas wilayahnya ke daerah-daerah sekitar, termasuk Perea, Samaria, Idumea, Galilea, and Iturea.

Kaum Makabe melancarkan pemberontakan mereka terhadap Kekaisaran Seleukia pada tahun 160-an SM, dengan kemenangan-kemenangan Yudas Makabe dan penyucian kembali Bait Suci Yerusalem setelah dinodai oleh Seleukia. Setelah kematian Yudas dalam pertempuran, saudaranya, Yonatan, membangkitkan kembali gerakan tersebut, memperoleh pengakuan Seleukia, dan ditunjuk menjadi Imam Besar. Menyusul eksekusi Yonatan, saudara mereka, Simon, mengambil alih kepemimpinan, mengusir garnisun Seleukia dari Yerusalem, dan meraih kemerdekaan, menandai berdirinya negara Hasmoni. Simon kemudian tewas dibunuh oleh menantunya sendiri.

Simon digantikan oleh putranya, Yohanes Hirkanus, yang pada awalnya menerima pertuanan Seleukia tetapi kemudian segera menegaskan kemerdekaannya dan memperluas kendali Yahudi terhadap Samaria dan Idumea. Putranya, Yudas Aristobulus menaklukkan Galilea. Di bawah penerusnya, Aleksander Yaneus, Kerajaan Hasmoni mencapai wilayah kekuasaan terluasnya—wilayah terbesar Israel sejak zaman kerajaan dalam Alkitab—tetapi dilanda perang saudara. Setelah kematiannya, kekuasaannya beralih kepada istrinya, Salome Aleksandra, yang masa pemerintahannya membawa stabilitas dan kemakmuran. Namun, kematian Salome memicu perang suksesi antara kedua putra mereka, yang berujung pada intervensi Romawi di bawah kepemimpinan Pompeius pada tahun 63 SM dan akhir dari kemerdekaan Yudea. Hirkanus II diangkat menjadi penguasa bawahan, meskipun otoritasnya ditentang oleh adiknya, Aristobulus II. Kemudian, putra Aristobulus, Matatias Antigonus, sempat memulihkan kembali kemerdekaan Hasmoni secara singkat sebagai raja terakhir dinasti tersebut sebelum Romawi mengangkat Dinasti Herodes sebagai penguasa atas Yudea pada tahun 37 SM.

Kerajaan Hasmoni merupakan entitas politik Yahudi merdeka yang pertama sejak jatuhnya Kerajaan Yehuda pada tahun 587/6 SM, serta menjadi contoh langka dari pemerintahan pribumi pada masa yang didominasi kekaisaran-kekaisaran besar. Ketika Yudea berada di bawah kekuasaan Romawi, orang-orang Yahudi terus mengenang masa Hasmoni sebagai zaman keemasan kemerdekaan. Gagasan bahwa Yudea dapat merdeka kembali membakar aspirasi akan kebebasan dan menginspirasi peperangan Yahudi–Romawi.

Referensi

  1. ↑ Neusner 1983, hlm. 911.
  2. ↑ Vermes 2014, hlm. 36.
  3. ↑ Muraoka 1992, hlm. 1–2.

Catatan

  1. ↑ Juga dikenal sebagai Aram Hasmoni dan Aram Setelah Akhemeniyah[3]

Daftar pustaka

Sumber kuno

Sumber modern

  • Grabbe, Lester L. (2020). A History of the Jews and Judaism in the Second Temple Period, Volume 3: The Maccabaean Revolt, Hasmonaean Rule, and Herod the Great (175–4 BCE). The Library of Second Temple Studies. T&T Clark. ISBN 978-0-5676-9294-8.

Bacaan tambahan

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan