Rabu, 04 November 2026
01:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Yasadipura II

Bagikan:

Tumenggung Sastronagoro alias Yasadipura II (lahir: ? – wafat: Surakarta, 1844) adalah pujangga Kasunanan Surakarta yang berkarya pada masa pemerintahan Pakubuwana IV sampai Pakubuwana VII.

Riwayat Hidup

Tumenggung Sastronagoro mewarisi gelar kepujanggaan Yasadipura II dari ayahnya, yaitu Yasadipura I yang meninggal tahun 1802. Selain itu, Sastronagoro juga bergelar Mas Pajangwasistho, karena ia merupakan keturunan raja-raja Kesultanan Pajang.

Yasadipura II menghasilkan sejumlah karya sastra. Antara lain yang terkenal ialah Serat Babad Pakepung, yaitu sebuah dokumen sejarah tentang peristiwa pengepungan keraton Surakarta oleh gabungan pasukan VOC, Yogyakarta, dan Mangkunegaran pada tahun 1790.

Yasadipura II merupakan kakek dari Ranggawarsita, pujangga besar Surakarta selanjutnya. Sewaktu masih kecil, Ranggawarsita sangat dimanja oleh Yasadipura II, sehingga cucunya itu tumbuh menjadi anak yang nakal dan gemar berjudi. Namun berkat gemblengan sahabat Yasadipura II, yang bernama Kyai Imam Besari dari Ponorogo, sifat buruk Ranggawarsita dapat berubah.

Yasadipura II meninggal dunia tanggal 21 April 1844. Setahun kemudian, yaitu 1845, Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga keraton Surakarta menggantikan kedudukannya.

Catatan

Sesungguhnya gelar Ranggawarsita pertama kali digunakan oleh Sastronagoro, selain gelar Yasadipura II. Kemudian gelar Ranggawarsita II dipakai oleh putranya, yaitu Mas Pajangswara, yang bekerja sebagai juru tulis keraton. Sedangkan gelar Ranggawarsita III dipakai oleh putra Mas Pajangswara atau cucu Yasadipura II yang tidak lain adalah pujangga besar selanjutnya, yang kemudian terkenal dengan sebutan Ranggawarsita saja.

Kepustakaan

  • Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu
  • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan