Senin, 02 November 2026
03:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ya'qubi

Bagikan:
Untuk cendekiawan Islam Suriah, lihat Muhammad al-Yaqoubi.
Aḥmad ibn Abī Ya‘qūb ibn Ja'far al-Ya‘qūbī
GelarYa'qubi
اليعقوبي
Kehidupan pribadi
Meninggal284 Hijriyah (897–898 Masehi)[1][2]
EraZaman Kejayaan Islam
Minat utamaSejarah dan geografi
Karya terkenalTa'rikh bin Wadih dan Kitab al-Buldan
Kehidupan religius
AgamaIslam

Aḥmad bin Abī Ya‘qūb bin Ja'far bin Wahb bin Waḍhīḥ al-Ya‘qūbī (wafat 897/8), dikenal sebagai Ahmad al-Ya'qubi, atau Ya'qubi (bahasa Arab:اليعقوبي), adalah seorang geografer Muslim[3] dan mungkin sejarawan pertama dari budaya dunia di Kekhalifahan Abbasiyah.[4]

Biografi

Ia adalah cicit dari Wadhih, orang merdeka dari khalifah Al-Mansur. Sampai 873, ia tinggal di Armenia dan Khorasan, bekerja di bawah perlindungan dinasti Iran Thahiriyah; kemudian menjelajahi India, Mesir dan Maghreb,[5] dan meninggal di Mesir. Ia wafat pada 284 Hijriyah (897/8).[2]

Rasa simpatinya terhadap Syiah[6] ditemukan di seluruh karyanya.[7]

Pada 872, ia mendaftarkan kerajaan-kerajaan Bilad el-Sudan, yang meliputi Ghana, Gao, dan Kanem.[8]

Referensi

  1. ↑ Muhammad's successor
  2. 1 2 Ya'qubi di Encyclopædia Britannica
  3. ↑ Thatcher 1911.
  4. ↑ Daly, Okasha El (2005). Egyptology : the missing millennium : ancient Egypt in medieval Arabic writings. London: UCL. hlm. 166. ISBN 1844720632.
  5. ↑  Satu atau lebih kalimat sebelum ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Ya'qūbī" . Encyclopædia Britannica. Vol. 28 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 904.
  6. ↑ Camilla Adang, Muslim Writers on Judaism and the Hebrew Bible: From Ibn Rabban to Ibn Hazm, (E.J. Brill, 1996), 37.
  7. ↑ Ya'qubi
  8. ↑ Levtzion, Nehemia (1973). Ancient Ghana and Mali. New York: Methuen & Co Ltd. hlm. 3. ISBN 0841904316.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisource Arab memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikisource logo
Wikisource Arab memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan