Minggu, 11 Oktober 2026
19:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Young Women's Christian Association

Jaringan global yang ingin melakukan perubahan ekonomi dan sosial

Bagikan:

Young Women's Christian Association (YWCA) adalah jaringan global perempuan yang ingin memimpin perubahan ekonomi dan sosial di lebih dari 120 negara.[1] Jaringan ini pertama kali didirikan di Inggris pada tahun 1855 saat terjadi revolusi industri di Eropa.[2] YWCA didirikan oleh Lady Mary Jane Kinnaird dan Emma Robarts.[2] YWCA melakukan advokasi terkait perdamaian, keadilan, hak asasi manusia dan peduli terhadap lingkungan serta berada di garis terdepan dalam meningkatkan status perempuan.[1] YWCA mengembangkan kepemimpinan perempuan untuk mencari solusi lokal dalam ketidaksetaraan global yang dihadapi perempuan.[1] Melalui advokasi, pelatihan dan pengembangan, YWCA memberdayakan perempuan, termasuk perempuan muda untuk memimpin perubahan sosial.[1]

Tujuan

  • Kepemimpinan antargenerasi perempuan

YWCA membangun kepemimpinan perempuan dan anak perempuan untuk mengembangkan solusi yang paling efektif terhadap isu-isu yang memengaruhi kehidupan dan komunitas mereka.[1] Perempuan muda adalah fokus utama dari kegiatan kepemimpinan ini karena mereka memainkan peran sentral dalam mempertahankan pekerjaan di YWCA.[1]

  • Hak asasi perempuan

YWCA mempromosikan hak-hak sosial, budaya, agama, politik perempuan dan anak perempuan melalui advokasi.[1] YWCA memiliki status konsultatif dengan dua organisasi PBB (ECOSOC, UNESCO) dan bertindak sebagai perwakilan suara perempuan pada acara tahunan di Komisi PBB.[1] Acara tersebut membahas tentang hak asasi perempuan.[1]

  • Pembangunan gerakan dan pemerintahan yang baik

YWCA telah mengembangkan panduan praktis untuk memastikan manajeman dilakukan dengan efektif dan efisien.[1] Dengan mengadopsi manajemen dan akuntabilitas yang baik, anggota dapat memperkuat dan meningkatkan dampak dari program mereka.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "About the World YWCA". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-09. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
  2. 1 2 "The World Young Women's Christian Association". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-06. Diakses tanggal 14 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan