Selasa, 03 November 2026
09:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Xu Beihong

Xu Beihong

Bagikan:
Xu Beihong
徐悲鴻
250px-XuBeihong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1895-07-19)19 Juli 1895
Meninggal26 September 1953(1953-09-26) (umur 58)
Dikenal karenaLukisan minyak, Lukisan tinta Tionghoa
Xu Beihong
Hanzi tradisional: 徐悲鴻
Hanzi sederhana: 徐悲鸿
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Xú Bēihóng
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Xu.

Xu Beihong (Hanzi:徐悲鴻; Pinyin:Xú Bēihóng; 19 Juli 1895 – 26 September 1953) adalah seorang pelukis Tiongkok kelahiran Yixing, provinsi Jiangsu. Ia biasanya dikenal karena lukisan tinta Tionghoa dari kuda-kuda dan burung-burung dan merupakan salah satu artis Tiongkok pertama yang mengartikulasikan kebutuhan untuk ekspresi artistik yang merefleksikan Tiongkok modern pada permulaan abad ke-20. Ia juga dianggap sebagai salah satu orang pertama yang membuat lukisan minyak monumental dengan tema-tema epik Tionghoa – sebuah tampilan tingkat tingginya dalam teknik kesenian Barat esensial.[1]

Referensi

  1. ↑ "Singapore Art Museum (SAM) opens 'Xu Beihong in Nanyang' a Solo Exhibition". Art Knowledge News. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-03. Diakses tanggal 2008-04-06.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Xu Beihong.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan