Jumat, 23 Oktober 2026
10:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Tololiu Dotulong

Tololiu Dotulong

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Tololiu Dotulong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2025)
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan umum. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Tololiu Dotulong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Januari 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
[pranala nonaktif]
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Tololiu Datulong
250px-Majoor_Tololiu_HW_Dotulong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi pribadi
Lahir12 Januari 1795
Meninggal18 November 1888(1888-11-18) (umur 93)
Sonder, Hindia Belanda
Karier militer
Pihak Hindia Belanda
PangkatMayor tituler
KomandoPasukan Tulungan
Pertempuran/perang

Tololiu Hermanus Willem Dotulong (12 Januari 1795 – 18 November 1888), yang dikenal sebagai Groot-Majoor Dotulong atau Tololiu Dotulong adalah seorang tentara dan pemimpin perang Hindia Belanda dari Minahasa yang dikenal sebagai pemimpin Pasukan Tulungan yang berperan dalam penangkapan Pangeran Diponegoro.[1]

Kehidupan awal

Tololiu Hermanus Willem Dotulong lahir pada 12 Januari 1795 di Kema, Minahasa, Sulawesi Utara. Ia tumbuh di tengah keluarga pemimpin tradisional Minahasa yang memiliki pengaruh besar di wilayah tersebut.[butuh rujukan]

250px-Silsilah_Xaverius_Dotulong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Silsilah Xaverius Dotulong.

Pemimpin pasukan Tulungan

Nama Dotulong mencuat saat ia dipercaya memimpin Pasukan Tulungan, satuan militer Minahasa yang dibentuk oleh pemerintah Hindia Belanda. Pasukan ini bertugas membantu Belanda dalam Perang Jawa (1825–1830) melawan Pangeran Diponegoro.[2]

Di medan perang, Dotulong menunjukkan keberanian dan kecerdasannya dalam strategi militer, membuatnya dihormati oleh kawan maupun lawan. Menariknya, Pangeran Diponegoro sendiri disebut hanya bersedia menyerah kepada Pasukan Tulungan Minahasa, bukan kepada pasukan Belanda lainnya. Beberapa versi cerita bahkan menyebutkan bahwa Dotulong-lah yang secara langsung menangkap dan menyerahkan Diponegoro kepada panglima Belanda. Keberhasilan besar ini memperkuat posisi Dotulong sebagai sosok penting dalam sejarah perang dan hubungan kolonial Belanda dengan Minahasa.

Karier sipil

Setelah Perang Jawa berakhir, Dotulong tidak pulang dengan tangan kosong. Ia dianugerahi gelar “Majoor” atau Mayor oleh pemerintah kolonial Belanda, sebuah gelar kehormatan yang hanya diberikan kepada para pemimpin walak (distrik) di Minahasa. Tak hanya itu, ia juga diangkat menjadi Kepala Distrik Sonder pada tahun-tahun berikutnya. Sebagai kepala distrik, ia memainkan peran sentral dalam mengelola pemerintahan dan mengawasi perkembangan sosial dan ekonomi wilayahnya. Dotulong dianggap sebagai simbol keberhasilan orang Minahasa dalam sistem kolonial. Di masa itu, kepala-kepala distrik dari kalangan elit Minahasa mendapatkan keistimewaan tertentu, termasuk penggunaan gelar tituler “Mayor” yang menandakan status sosial tinggi. Posisi ini diwariskan kepada keturunannya, yang juga mendapatkan peran penting dalam pemerintahan distrik.

Akhir hayat

Tololiu H.W. Dotulong pensiun pada tahun 1861 dan menghabiskan masa tuanya di Sonder.

Ia meninggal dunia pada 18 November 1888. Makamnya menjadi simbol penting dalam sejarah Minahasa dan hingga kini tetap dihormati oleh masyarakat setempat. Namanya dikenang sebagai pejuang, pemimpin, dan simbol kebanggaan di Minahasa. Peran besarnya dalam Perang Jawa serta posisinya sebagai kepala distrik mengukuhkan namanya dalam sejarah Indonesia.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Matanasi, Petrik (22 Desember 2023). "Sang Penangkap Diponegoro". Historia. Diakses tanggal 25 Januari 2025.
  2. ↑ Malesung, Moderator (2024-12-14). "Tololiu Hermanus Willem Dotulong: Sang Penakluk dan Pemimpin Minahasa". Malesung. Diakses tanggal 2025-01-25.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan