Sabtu, 24 Oktober 2026
03:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Wu Gang

Wu Gang

Bagikan:
250px-Yoshitoshi_-_100_Aspects_of_the_Moon_-_26.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah cetakan Jepang tahun 1886 dari Wu Gang karya Yoshitoshi.

Wu Gang (Hanzi sederhana:吴刚; Hanzi tradisional:吳剛; Pinyin:Wú Gāng), dulunya diromanisasikan menjadi Wu Kang[1] dan juga dikenal sebagai Wu Zhi dalam beberapa sumber,[2] adalah sesosok figur dalam cerita rakyat Tionghoa[3] dan agama tradisional. Ia dikenal karena menebang pohon tiada henti di Bulan, sebuah hukuman ilahi yang membuatnya disebut sebagai Sisifus dari Tiongkok.[2][4] Dalam bahasa Tionghoa modern, chengyu "Wu Gang menebang pohon" (吳剛伐桂) dipakai untuk menyebut kerja keras tiada henti. Alasan spesifik untuk situasi tersebut beragam dalam sumber-sumber,[3] tetapi kisah Wu Gang muncul setidaknya sejak zaman dinasti Tang.

Referensi

  1. ↑ "Wu Kang". S.K.H. Kei Oi Primary School. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-21. Diakses tanggal 2009-08-06.
  2. 1 2 Eberhard, Wolfram. Dictionary of Chinese Symbols: Hidden Symbols in Chinese Life and Thought, pp. 76 ff. Routledge & Kegan Paul (London), 2013. Accessed 12 November 2013.
  3. 1 2 吳剛砍玉桂樹 (dalam bahasa Chinese). Hong Kong Space Museum. Diakses tanggal 2009-08-05.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Brendon, Juliet & al. The Moon Year: A Record of Chinese Customs and Festivals, p. 410. Kelly & Walsh, 1927. Reprinted Routledge (Abingdon), 2011. Accessed 13 November 2013.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan