Jumat, 23 Oktober 2026
18:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan

Bagikan:
250px-The_World_Business_Council_for_Sustainable_Development_%28WBCSD%29_logo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
WBCSD

Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan atau disebut juga World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) adalah forum asosiasi CEO dari sekitar 200 perusahaan yang terlibat secara khusus dengan bisnis dan pembangunan berkelanjutan.

Asal mulanya pada tahun 1992 sewaktu diadakan "Konferensi Tingkat Tinggi Bumi" di Rio de Janeiro (Earth Summit) di mana pada saat itu seorang pengusaha Swiss bernama Stephan Schmidheiny ditunjuk sebagai ketua penasihat bidang bisnis dan industri pada United Nations Conference on Environment and Development (UNCED). Stephan Schmidheiny lalu membuat forum yang disebut "Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan" yang menghasilkan sebuah buku berjudul "Changing Course", yaitu sebuah buku yang menghasilkan konsep Eco-efisiensi.

WBCSD didirikan pada tahun 1995 sebagai hasil penggabungan dari dua lembaga yaitu Dewan Bisnis untuk Pembangunan Berkelanjutan ( Business Council for Sustainable Development) dan Dewan Industri Dunia untuk Lingkungan Hidup (World Industry Council for the Environment) dan berkantor pusat di Jenewa, Swiss dengan kantor perwakilan Amerika di Washington, D.C..

Kegiatan

Dewan ini menyediakan suatu sarana bagi perusahaan untuk mendalami pembangunan berkelanjutan, membagi pengetahuan, pengalaman serta penerapan yang baik dan mendukung posisi dunia usaha atas masalah ini pada berbagai forum, bekerja sama dengan lembaga pemerintah ataupun lembaga non-pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dewan melakukan pekerjaannya atas berbagai masalah yang terkait dengan pembangunan berkelanjutan, dan sementara ini fokus pada masalah yang terkait dengan energi dan iklim, pembangunan, ekosistim dan peran bisnis dalam masyarakat juga melaksanakan proyek spesifik dalam bidang yang berkaitan dengan semen, pengangkutan, ban, kimia, air, tepatguna energi dalam bangunan dan hutan.

Tujuan Dewan adalah:

  • Berperan penting dalam mendukung dunia usaha atas pembangunan berkelanjutan;
  • Berpartisipasi dalam kebijakan pembangunan demi menciptakan kerangka yang benar bagi dunia usaha guna menghasilkan kontribusi bagi kemajuan manusia berkelanjutan.
  • Menciptakan dan turut menyelenggarakan tempat bagi dunia usaha guna pembangunan berkelanjutan
  • Memperlihatkan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan dan saling membagikan pengalaman dari sisi penerapan di antara para anggota-anggotanya.
  • Memberikan sumbangsih terhadap masa depan berkelanjutan bagi negara-negara berkembang dan negara-negara transisi.

Keanggotaan

Kenggotaan dari WBCSD adalah berdasarkan atas undangan dari Komite Eksekutif kepada perusahaan-perusahaan yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Beberapa di antara anggotanya [1] adalah perusahan-perusahaan terkemuka di dunia seperti General Motors, DuPont, 3M, Deutsche Bank, Coca-Cola, Sony, Oracle, British Petroleum dan Royal Dutch Shell.

Perusahaan yang menjadi anggota memberikan janji atas dukungan serta sumbangan bagi WBCSD dengan menyediakan pengetahuan dan pengalaman serta sumber daya manusia. Mereka diminta untuk membuat laporan publik atas pelaksanaan lingkungan hidup dan berupaya untuk memperluas laporan mereka agar mencakup keseluruhan dari tiga pilar dari pembangunan berkelanjutan yaitu pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup

Elemen kunci adalah komitmen pribadi dari CEO (Chief Executive Officer) selaku anggota Dewan. Mereka sangat berpengaruh dalam mendukung posisi kebijakan WBCSD, dan mereka menjadi tumpuan dari kelompok kerja serta mengelola dukungan bagi program kerja WBCSD serta memastikan bahwa praktik manajemen pembangunan berkelanjutan dilaksanakan dimasing-masing perusahaan mereka.

Tata kelola

WBCSD adalah suatu organisasi keanggotaan yang dipimpin oleh Dewan yang mewakili Dewan Anggota dari perusahaan-perusahaan anggotanya. Dewan ini dipilih oleh Komite Eksekutif, termasuk ketua dan empat wakil ketuanya. Daftar ketua dan bekas ketua WBCSD adalah:

Keseimbangan gegografis

Walaupun mayoritas kantor pusat perusahaan yang menjadi anggotanya berada pada negara-negara berkembang, WBCSD memiliki perwakilan wilayah yang kuat di negara-negara berkembang melalui Jaringan Wilayah yang merupakan jaringan dari sekitar 60 Dewan Bisnis wilayah dan nasional serta organisasi yang menjadi mitranya.

Catatan kaki

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan