Minggu, 01 November 2026
02:58 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Willy Derby

Willy Derby

Bagikan:
250px-Willy_Derby%2C_SFA007001489.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Willy Derby

Willem Frederik Christiaan Dieben atau terkenal dengan nama Willy Derby (5 April 1886 – 9 April 1944) adalah penyanyi berkebangsaan Belanda yang merupakan salah satu dari sekian artis paling populer pada masa di antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Lagu-lagunya yang paling terkenal antara lain: Het plekje bij den molen (Daar bij dien molen), Twee oogen zoo blauw, Pinda Pinda Lekka Lekka, Hallo Bandoeng, Het fiere schooiershart, Droomland, dan Witte Rozen. Ia meninggal akibat serangan jantung.

Kehidupan

Derby berasal dari keluarga pekerja di Den Haag. Ia bekerja sebagai penyanyi di Antwerp, New York dan Ferry Hook, Belanda. Pada tahun 1915, dengan semangat dari istrinya Adelaide de Kuijper, ia memasuki karier di Vaudeville. Mulanya ia bergabung dengan saudaranya, Lou Bandy, dan mengambil nama The Bandy Brothers (Bandy merupakan terjemahan Amerika untuk kata akhir -ben).

Willy mengubah nama panggungnya menjadi Derby dan sukses sebagai penyanyi dengan lagu berlirik sentimental, yang kebanyakan ditulis oleh Ferry van Delden' atau Jacques van Tol. Selain sebagai artis, ia juga memiliki beberapa toko rekaman di Den Haag.

Selama Perang Dunia II, Derby menyanyikan lagu-lagu gubahan Jacques van Tol yang berisikan anti terhadap Jerman. NAZI membiarkannya karena popularitas Derby yang luas, tetapi sempat menahannya dua kali pada Tahun 1941 dan 1943 di Penjara Scheveningen dengan dakwaan telah melakukan provokasi anti-Jerman.

Pada masa perang, kesehatan Derby menurun drastis. Ia meninggal di usia 58 tahun karena serangan jantung.

Pranala luar


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan