Kamis, 29 Oktober 2026
05:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Williardi Wizard

perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri)

Bagikan:
Williardi Wizard
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan
Informasi pribadi
Lahir22 Maret 1960 (umur 66)
AlmamaterAkademi Kepolisian (1984)
PekerjaanPolisi
Karier militer
PangkatKomisaris Besar Polisi

Williardi Wizard (lahir 22 Maret 1960) adalah seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Selatan.[1]

Riwayat

Kehidupan

Williardi Wizard yang lahir di Sibolga pada 22 Maret 1960 itu merupakan putra dari perantau Minangkabau asal Kampuang Dusun II, Jorong Cacangtinggi, Tiku Utara, Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat, yang bermukim di Sibolga, Sumatera Utara. Namun masa kecilnya banyak dihabiskan di Tanjuangaua, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, ketika ibunya mengajar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang), Padang, dan di Tiku pada tahun 70-an.

Karena kepeduliannya pada kampung halaman, Williardi yang akrab dipanggil Willy itu diangkat menjadi penghulu kaum suku Jambak di kampungnya, Tiku, Agam.

Williardi menikah dengan seorang wanita bernama Novarina, saat ini statusnya bercerai.[2]

Pendidikan

Williardi menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang) pada tahun 70-an, tetapi tidak sampai tamat karena ia pindah ke Tiku. Di kampung halamannya inilah Williardi menamatkan SD dan SMP, dan kemudian pindah ke Jakarta meneruskan pendidikan ke jenjang SMA. Setelah tamat SMA, Wiliardi masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1984.

Karier

Sebelum menjabat Kapolres Jakarta Selatan, Williardi Wizar pernah bertugas di Sumatera Barat sebagai Kasat Serse Kapolresta Padang (sekarang Poltabes Padang) sekitar tahun 1995, serta Wakapolres Pesisir Selatan dan tak lama kemudian ia dipercaya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Telematika Polda Sumbar.

Kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen

Williardi Wizard menjadi perhatian publik karena namanya dikaitkan dalam kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Dalam persidangan ia dengan berani mencabut semua pernyataannya di BAP terhadap penahanan Antasari Azhar yang dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin. Williardi mengungkap semua dibuat atas dasar rekayasa dan di bawah tekanan penyidik polisi.[3]

Rujukan

  1. ↑ Williardi Akui Dapat Petunjuk Atasan, Antasari Terharu Diarsipkan 2013-08-25 di Wayback Machine KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.
  2. ↑ Istri Williardi: "Ini Semua Rekayasa!"[pranala nonaktif permanen] TABLOIDNOVA.COM, 11 Februari 2010 Diakses 17 Agustus 2013.
  3. ↑ Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu! KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan