Minggu, 18 Oktober 2026
21:42 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
William Ames

William Ames

Bagikan:
250px-WilliamAmes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dr William Ames (1576–1633)

William Ames (1576-1633) adalah seorang teolog Inggris yang mengembangkan Teologi Puritan.[1] Ia dilahirkan di Suffolk, Inggris dalam lingkungan keluarga yang memiliki perhatian terhadap puritan.[1] Ia sekolah di Christ's College di Universitas Cambridge dan menjadi murid dari dari seorang teolog Puritan, William Perkins.[1]

Pada tahun 1607, ia lulus dari Christ's College dengan prestasi akademik membanggakan.[1] Tahun pelayanannya yang pertama di Belanda ia dedikasikan kepada orang-orang buangan Inggris, pedagang dan tentara. pelayanannya di The Hague dianggap sebagai perlawanan bagi pemerintahan setempat.[1] pada tahun 1618, ia terpaksa mengakhiri pelayanannya di Belanda.[1] Karena hal ini juga, ia memiliki kesempatan untuk belajar di Universitas Franeker dan mendapatkan gelar profesor teologi pada tahun 1622.[1]

Teologi Puritan yang diusung oleh William Ames dianggap sebagai karya seni agung yang menjadi panuntun dalam membangun rencana-rencana fundamental melalui cara-cara ilahi agar manusia dapat mendekatkan dirinya kepada Allah.[2] Bagi William Ames, tidak ada ajaran yang universal mengenai kebenaran.[2] Tidak ada kebenaran yang relevan untuk ekonomi, domestik, moralitas, politik yang tidak tepat berkaitan dengan teologi.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris)Trevor A. Hart. 2000, The Dictionary of Historical Theology. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company. Hlm. 11-12.
  2. 1 2 3 (Inggris)Sinclair B. Ferguson. 1991, The New Dictionary of Theology. Inter-Varsity Press. Hlm. 550-553.

Daftar Pustaka

  • Hart, Trevor A. 2000, The Dictionary of Historical Theology. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company.
  • Ferguson, Sinclair B. 1991, The New Dictionary of Theology. Inter-Varsity Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan