Selasa, 03 November 2026
07:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Werner Egk

Werner Egk

Komposer Jerman

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_183-52173-0001%2C_Werner_Egk_dirigiert_in_der_Deutschen_Staatsoper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Werner Egk adalah seorang komposer jerman, terutama untuk musik teater. egk belajar komposisi dengan Carl Orff di Munich dan membuat musik untuk memainkan wayang dan sandiwara radio. ia memimpin sendiri opera pertamanya di Frankfrurt. Opera dan balet yang dibuat Egk bersifat menyindir. daya tarik dari musik Egk adalah karena sebagian besar mengandung semangat neo-romantis.

Werner Egk (17 Mei 1901 - 10 Juli 1983) adalah seorang komposer Jerman, terutama untuk musik teater.[1] Egk belajar komposisi dengan Carl Orff di Munich dan membuat musik untuk memainkan wayang dan sandiwara radio.[1] Ia memimpin sendiri opera pertamanya Die Zaubergeige (1935) di Frankfurt.[1] Opera dan balet yang dibuat Egk bersifat menyindir, biasanya menggambarkan tokoh-tokoh sejarah atau legenda.[1][2] Cerita tersebut didasarkan pada skenarionya sendiri.[2] Daya tarik dari musik Egk adalah karena sebagian besar mengandung semangat neo-romantis.[1] Pengaruh utamanya adalah Igor Stravinsky.[1] Pada tahun 1938, sewaktu di Berlin, ia menggelar opera dan meraih kesuksesan, yaitu opera Peer Gynt (setelah Henrik Ibsen).[1] Opera tersebut merupakan salah satu karya panggungnya yang paling populer.[1] Untuk karya balet, seperti Abraxas (1948) dan Casanova in London (1969) juga menarik perhatian masyarakat luas.[1] Akan tetapi, Abraxas akhirnya dilarang setelah lima pertunjukan digelar karena mengandung kecabulan.[1] Selain membuat musik opera dan balet, Egk juga menulis musik instrumental.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Werner Egk". Diakses tanggal 27 Juni 2014.
  2. 1 2 "Artist Biography by Chris Morrison". Diakses tanggal 27 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan