Minggu, 25 Oktober 2026
23:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Walter Rauschenbusch

Walter Rauschenbusch

Bagikan:
250px-Walter_Rauschenbusch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Walter Rauschenbusch

Walter Rauschenbusch adalah seorang tokoh gerakan Injil Sosial (dalam bahasa Inggris Social Gospel) di Amerika Serikat pada abad ke-19.[1][2] Bersama dengan Richard T. Ely (1854–1943), Josiah Strong (1847–1916), dan Washington Gladden (1836–1918), Walter Rauschenbusch memperjuangkan hak-hak buruh yang diabaikan pada masa itu.[3]

Riwayat Hidup

Walter Rauschenbusch dilahirkan pada tahun 1861.[2] Ayahnya seorang profesor Baptis Jerman tetapi Rauschenbusch sendiri banyak menggali berbagai hal dari tradisi liberal Jerman.[4] Pada usia 17 tahun, Rauschenbusch memutuskan untuk menjadi pendeta.[2] Ia kemudian belajar teologi di Jerman, tetapi kemudian pindah ke Seminari Teologi Rochester dan menyelesaikan studinya pada tahun 1886.[2] Setelah itu, ia menjadi pendeta di kota New York selama 11 tahun hingga tahun 1897.[2] Pusat pelayanannnya adalah daerah-daerah kumuh kota New York.[5] Sejak tahun 1897 hingga wafatnya, Rauschenbusch diangkat menjadi guru besar di Seminari Teologi Rochester.[2]

Rauschenbusch dan Gerakan Injil Sosial

Gerakan Injil Sosial yang dipelopori oleh Rauschenbusch mulai digumuli ketika dia berada di New York.[2] Gerakan Injil Sosial muncul akibat berkembangnya liberalisme di Amerika.[6] Perkembangan Amerika terutama di bidang industri berkembang begitu cepat tetapi kondisi para buruh yang dipekerjakan sangat memprihatinkan.[6] Ia menyaksikan sendiri kehidupan para buruh yang penuh kesengsaraan.[6] Kemajuan industri bagi Rauschenbusch telah membuat masyarakat menjadi jahat karena dosa dan kejahatan sudah masuk dalam tatanan sosial. Keadaan itu semakin buruk karena pada abad ke-19 di Amerika, kehidupan orang-orang Kristen semakin menjadi individual.[5] Dari keadaan inilah kemudian muncul gagasan untuk memberantas kemiskinan para buruh melalui gerakan Injil sosial.[6]

Menurutnya, Injil haruslah berbicara tentang masalah-masalah sosial, seperti kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan.[2] Hanya orang-orang yang pikirannya hidup dalam Injil sosial yang memahami bahwa Kerajaan Allah adalah kebenaran yang memperjuangkan persamaan derajat dan keadilan.[4] Keyakinannya begitu kuat kalau di dalam Injil memang terdapat aspek-aspek sosial sehingga bersama sekelompok orang-orang Baptis, ia mendirikan sebuah lembaga yang dinamakan Persaudaraan Kerajaan Sorga (Brotherhood of the Kingdom).[2] Berkat Rauschenbusch beberapa gereja di sana kemudian terdorong untuk turut memperhatikan dan membantu kaum buruh.[6] Pada tahun 1912 mereka merumuskan "Pengakuan Iman Sosial" secara bersama-sama.[6] Ia memengaruhi beberapa tokoh Amerika Serikat yang terkenal seperti Reinhold Niebuhr dan Martin Luther King.[2]

Karya Tulis

  1. A Theology for the Social Gospel[5]
  2. The Kingdom of Evil[5]
  3. Christianizing the Social Order[5]
  4. The Social Principles of Jesus[2]

Referensi

  1. ↑ (Inggris)R.T. Handy. 1990. "Rauschenbusch, Walter". In Dictionary of Christianity in America. Daniel Reid, ed. 975. Downers Grove, Illinois: InterVarsity Press.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 F.D. Wellem. 1987. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 215-216.
  3. ↑ (Inggris) J. Gordon Melton (ed). 2005. Encyclopedia of Protestantism. New York: Facts On File. p. 501.
  4. 1 2 Linwood Urban. 2009. Sejarah Ringkas Pemikiran Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 459.
  5. 1 2 3 4 5 Philip J.Wogaman. 1993. Christian Ethics: a historical introduction . London: SPCK. Hal. 197,198,200.
  6. 1 2 3 4 5 6 Th.Van den End. 1991. Harta Dalam Bejana . Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 337.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan