Kamis, 08 Oktober 2026
23:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Wae Rebo

Wae Rebo

desa wisata adat di Nusa Tenggara Timur

Bagikan:
Place in East Nusa Tenggara, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Place in East Nusa Tenggara, Indonesia
Waerebo
Wae Rebo di pagi hari
Wae Rebo di pagi hari
Waerebo di Flores
Waerebo
Waerebo
Tampilkan peta Flores
Waerebo di Kepulauan Sunda Kecil
Waerebo
Waerebo
Waerebo (Kepulauan Sunda Kecil)
Tampilkan peta Kepulauan Sunda Kecil
Waerebo di Indonesia
Waerebo
Waerebo
Waerebo (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 8°46′12″S 120°17′3″E / 8.77000°S 120.28417°E / -8.77000; 120.28417
Negara Indonesia
ProvinsiEast Nusa Tenggara
KabupatenManggarai Regency
DistrikWest Satar Mese District
Ketinggian3,900 ft (1.200 m)
Zona waktuUTC+8 (Indonesia Central Standard Time)

Wae Rebo atau Waerebo adalah sebuah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Manggarai.[1] Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Wae Rebo dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012 dengan menyisihkan 42 negara lainnya. Wae sendiri dalam bahasa manggarai artinya ialah "air". Penulisan waerebo menggunakan 1 kata dan tidak memakai spasi seperti yang ditulis media. Desa Waerebo sendiri sudah berumur 1200 tahun dan sudah memasuki generasi ke 20. Di mana 1 generasi berusia 60 tahun lamanya.

Sejarah

Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau.[2] yang bernama Empo Maro berlayar dari Pulau Sumatera hingga ke Labuan bajo. Empo Maro melarikan diri dari kampungnya karena difitnah dan ingin dibunuh. Kemudian ia merantau ke beberapa kota. Pertama ia singgah di Gowa Sulawesi, lalu berpindah lagi ke beberapa kota lain. Saat perpindahannya, Maro menemukan seorang istri. Lalu ia mengajak istrinya tersebut ikut berpindah bersamanya. Pada suatu malam Maro bermimpi bertemu dengan seorang petua yang berbicara kepada Maro untuk menetap dan berkembang di Kampung Wae Rebo. Maro mengikuti apa yang petua itu katakan. Ia bersama istrinya mencari Kampung Wae Rebo tersebut. Setelah sampai di Wae Rebo, Maro dan istri hidup dan menetap di sana.[3]

Kehidupan masyarakat

Wae Rebo tidak saja memiliki keindahan desa dan alamnya saja, ragam kehidupan dan sosialnya pun juga menjadi daya tarik. Desa ini ditinggali oleh 44 keluarga dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian seperti kopi, cengkih, dan umbi-umbian. Aktivitas para wanita di Desa Adat Wae Rebo, selain memasak, mengasuh anak, menenun, juga membantu kaum pria di kebun. Masyarakat Wae Rebo masih mempertahankan cara hidup sesuai budaya dan tradisi yang diwarikan oleh leluhur mereka.[4]

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat menggunakan mata air yang berasal dari pegunungan. Sumber mata air ini dinamakan sosor, yang terbagi menjadi 2, yaitu sosor pria dan sosor wanita.[5]

Rujukan

  1. ↑ UWA (2022-06-03). "Wae Rebo, Wisata Budaya Manggarai". UWA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-14.
  2. ↑ "Wae Rebo, Kampung Adat Misterius di Tengah Pegunungan Flores" Detik.com, 19-11-2013. Diakses 10-10-2014.
  3. ↑ Novena, Josephine. "Wae Rebo Warisan Dunia". Tarfomedia. STIKS Tarakanita. ISSN 2720-9431.
  4. ↑ UWA (2022-04-27). "Wisata Budaya Wae Rebo". UWA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-14.
  5. ↑ "Sarat dengan Kearifan Lokal, Inilah Wae Rebo "Desa di Atas Awan" - Indonesia Travel". www.indonesia.travel. Diakses tanggal 2022-05-16.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Wae Rebo.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan