Selasa, 20 Oktober 2026
08:31 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Virus rabies

Virus rabies

Spesies virus

Bagikan:
Rabies virus
250px-Rabies_Virus_%2851706598561%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf elektron transmisi yang diwarnai menunjukkan virus rabies (berwarna merah) menginfeksi sel kultur
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Orthornavirae
Filum: Negarnaviricota
Kelas: Monjiviricetes
Ordo: Mononegavirales
Famili: Rhabdoviridae
Genus: Lyssavirus
Spesies:
Lyssavirus rabies
Anggota virus
Sinonim[1]
  • Rabies lyssavirus

Virus rabies (nama ilmiah: Lyssavirus rabies) adalah spesies virus yang menyebabkan penyakit rabies pada manusia dan hewan. Nama ilmiah spesies ini adalah rabies lyssavirus. Virus rabies berbentuk silinder dan merupakan spesies tipe genus Lyssavirus di dalam famili Rhabdoviridae. Virus ini memiliki selubung dan genom RNA beruntai tunggal dengan sifat sense-negatif.

Seperti Rhabdoviridae lainnya, virus rabies dapat menulari berbagai macam spesies. Di alam, virus ini telah menginfeksi banyak spesies mamalia, sementara di laboratorium virus ini juga dapat menulari burung dan kultur sel dari mamalia, burung, reptil, dan serangga.[2]

Evolusi

Semua virus rabies yang ada kemungkinan telah berevolusi dalam 1.500 tahun terakhir.[3] Terdapat tujuh genotipe virus rabies. Di Eurasia, kasus rabies dipicu oleh tiga dari tujuh genotipe tersebut, yaitu genotipe 1 (rabies klasik) dan yang lebih jarang muncul adalah genotipe 5 and 6 (lyssavirus kelelawar Eropa tipe-1 dan -2).[4] Genotipe 1 berkembang di Eropa pada abad ke-17 dan kemudian menyebar ke Asia, Afrika, dan Amerika akibat penjelajahan dan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa.

Rabies yang dipicu oleh kelelawar di Amerika Utara tampaknya sudah ada semenjak tahun 1281 M (interval ketepercayaan 95%: 906–1577 M).[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Walker, Peter (15 Juni 2015). "mplementation of taxon-wide non-Latinized binomial species names in the family Rhabdoviridae" (PDF). International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Februari 2019. Rabies virus Rabies lyssavirus rabies virus (RABV)[M13215]{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Carter, John; Saunders, Venetia (2007). Virology: Principles and Applications. Wiley. hlm. 175. ISBN 978-0-470-02386-0.
  3. ↑ Nadin-Davis, S. A.; Real, L. A. (2011). "Molecular phylogenetics of the lyssaviruses--insights from a coalescent approach". Adv Virus Res. Advances in Virus Research. 79: 203–238. doi:10.1016/B978-0-12-387040-7.00011-1. ISBN 9780123870407. PMID 21601049.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  4. ↑ McElhinney, L. M.; Marston, D. A.; Stankov, S; Tu, C.; Black, C.; Johnson, N.; Jiang, Y.; Tordo, N.; Müller, T.; Fooks, A. R. (2008). "Molecular epidemiology of lyssaviruses in Eurasia". Dev Biol (Basel). 131: 125–131. PMID 18634471.
  5. ↑ Kuzmina, N. A.; Kuzmin, I. V.; Ellison, J. A.; Taylor, S. T.; Bergman, D. L.; Dew, B.; Rupprecht, C. E. (2013). "A reassessment of the evolutionary timescale of bat rabies viruses based upon glycoprotein gene sequences". Virus Genes. 47 (2): 305–310. doi:10.1007/s11262-013-0952-9. PMID 238396.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rabies.


Ikon rintisan

Artikel bertopik virus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan