Rabu, 23 September 2026
22:21 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Video sesuai permintaan

Video sesuai permintaan

250px-Home-AppleTV-3RevA.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Video atas permintaan

Video sesuai permintaan atau video atas permintaan (bahasa Inggris:video on demand, disingkat VOD) adalah sistem televisi interaktif yang memfasilitasi khalayak untuk mengontrol atau memilih sendiri pilihan program video dan klip yang ingin ditonton. Fungsi VOD seperti layaknya video rental, di mana pelanggan dapat memilih program atau tontonan ketika yang ingin ditayangkan. Pilihan program dapat berupa sederet judul film, seri TV, acara realitas, pengaliran video, dan program lainnya. tidak hanya menonton, khalayak pun dapat menyimpan serta mengunduh program semau mereka. Untuk menontonnya khalayak dapat menggunakan set-top box dari video yang sudah diunduh, atau menggunakan komputer, ponsel, dan alat-alat komunikasi elektronik lainnya yang berkemampuan mengakses konten audio dan visual. Sebagian VOD memberikan pelayanan dengan sistem pembayaran per tayangan pay-per-view.

Tujuan

Salah satu hal yang ingin bisa dicapai dari industri komunikasi adalah memberikan kontrol yang penuh terhadap para penggunanya. Karena itulah konsep ini dikembangkan. Melalui konsep ini, pengguna memiliki kebebasan penuh untuk memilih apa yang ingin dilihatnya.

Sejarah

VOD komersial pertama kali muncul adalah di Hong Kong pada tahun 1990. Saat itu harga CD video murah, sehingga perkembangannya terhenti. Lebih jauh lagi, konsep VOD sendiri telah tertanam sejak dahulu. Sudah ada perusahan televisi kabel yang menyediakan pilihan bagi para pemirsanya. Konsep seperti ini membawa pengertian baru bahwa konsumen mendapatkan apa yang disebut The Entertainment-Information Merger, yaitu penggabungan antara hiburan dan informasi dalam satu hal.

Hal seperti ini terus dan terus berkembang sehingga bisa menjadi kenyataan melalui berbagai teknologi yang berkembang saat ini. Bisa itu satelit, kabel, ataupun telepon. Sektor yang lain juga ada yang menggabungkan diri dengan konsep VOD ini misalnya perangkat keras komputer sehingga VOD bisa dan akan menjadi satu hal yang sangat menarik di kemudian hari.

Hingga akhirnya di UK, muncullah perusahaan yang meluncurkan VOD pertama kali. Nama perusahaannya adalah Kingston. Ini terjadi pada tahun 1998. Selanjutnya, VOD terus berkembang pesat di daerah Eropa. Hingga tahun 2006, berdasarkan European Audiovisual Observatory, tercatat ada 142 VOD berbayar yang beroperasi di Eropa. Di Amerika sendiri, VOD berawal dari Hawaii oleh Oceanic Cable pada Januari 2000. tanpa butuh waktu lama, sekarang seluruh bagian di Amerika sudah bisa menikmati VOD.

Tipe

Periklanan video on demand

Dalam banyak hal video on Demand (AVOD) menggunakan model pendapatan berbasis iklan. Ini memungkinkan perusahaan yang beriklan di saluran siaran dan kabel untuk menjangkau orang yang menonton acara menggunakan VOD. Model ini juga memungkinkan orang untuk menonton konten tanpa membayar biaya berlangganan. Hulu adalah perusahaan AVOD besar sebelum mengakhiri layanan gratisnya pada Agustus 2016, mentransfernya ke Yahoo! View menggunakan infrastruktur Hulu yang ada. Crackle telah memperkenalkan serangkaian iklan untuk perusahaan yang sama yang terkait dengan konten yang sedang diawasi.[1][2]

Sumber buku

  • Mirabito, M.A.M. & Morgenstern, B.L, New Communication Technology: Applications, Policy, and Impact, 5th Edition, UK: Focal Press, 2004

Referensi

  1. Baysinger, Tim (15 Agustus 2016). "For Ad VOD Players, Success Is Blend of Linear, Digital Models". Broadcasting & Cable: 18.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Tech Tweets". Broadcasting & Cable: 23. 15 Agustus 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik teknologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan