Jumat, 09 Oktober 2026
06:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis

dosen

Bagikan:

Cornelis Gijsbert Gerrit Jan van Steenis (31 Oktober 1901 – 14 Mei 1986) atau Kees van Steenis adalah seorang profesor yang dikenal luas di kalangan peneliti, pelajar, dan mahasiswa botani dan pertanian di Indonesia sebagai penulis dari dua buku ajar standar penting. Buku tersebut adalah Flora untuk Sekolah di Indonesia (berdasarkan bukunya yang ditulis dalam bahasa Belanda, Flora Voor De Scholen in Indonesie, 1949) dan The Mountain Flora of Java (berisi pemerian 456 spesies asli pegunungan Jawa). Kedua buku monumental ini ditulis sewaktu ia bertugas di Kebun Raya Bogor, Hindia Belanda dari tahun 1929 hingga berakhirnya administrasi Belanda 1949.

Sumbangannya dalam bidang botani dan biogeografi jauh melebihi kedua buku tersebut. Ia adalah direktur Herbarium Kerajaan (Rijksherbarium) Leiden, Belanda dari tahun 1962 hingga 1972, direktur Yayasan Flora Malesiana, penggagas dan penyunting jurnal botani ternama Flora Malesiana.

Ia menghasilkan sejumlah monografi dan revisi terhadap tumbuhan dari daerah Malesia dan Pasifik Barat Daya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan