Minggu, 27 September 2026
10:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Urutan asam nukleat

Urutan asam nukleat

DNA_sequence.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sebagian sekuens DNA

Urutan asam nukleat adalah susunan linear nukleotida dalam molekul DNA atau RNA. Urutan ini dituliskan menggunakan huruf yang mewakili basa nitrogen penyusunnya: adenin (A), sitosin (C), guanin (G), timin (T) untuk DNA, dan urasil (U) menggantikan timin pada RNA. Urutan inilah yang menyimpan informasi genetik dan menentukan sintesis protein melalui proses transkripsi dan translasi.

Sejarah

Penguraian urutan asam nukleat pertama kali dilakukan pada akhir 1970-an dengan metode Sanger sequencing, yang dikembangkan oleh Frederick Sanger dan koleganya.[1] Metode ini kemudian menjadi standar emas dalam penentuan urutan DNA selama beberapa dekade. Pada awal abad ke-21, muncul teknologi NGS (next-generation sequencing) yang memungkinkan penentuan urutan DNA dalam skala genom secara cepat dan efisien.[2]

Notasi

Urutan DNA atau RNA biasanya ditulis dalam arah 5′ → 3′, yang mencerminkan arah sintesis biologis molekul tersebut. Misalnya, urutan DNA pendek dapat dituliskan sebagai: 5′-ATCGTACG-3′. Dalam RNA, timin (T) digantikan oleh urasil (U).

Referensi

  1. ↑ Heather, James M.; Chain, Benjamin (2016-01). "The sequence of sequencers: The history of sequencing DNA". Genomics. 107 (1): 1–8. doi:10.1016/j.ygeno.2015.11.003. ISSN 1089-8646. PMC 4727787. PMID 26554401.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Satam, Heena; Joshi, Kandarp; Mangrolia, Upasana; Waghoo, Sanober; Zaidi, Gulnaz; Rawool, Shravani; Thakare, Ritesh P.; Banday, Shahid; Mishra, Alok K. (2023-07-13). "Next-Generation Sequencing Technology: Current Trends and Advancements". Biology (dalam bahasa Inggris). 12 (7): 997. doi:10.3390/biology12070997. ISSN 2079-7737. PMC 10376292. PMID 37508427.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)


Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan