Senin, 28 September 2026
02:53 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Raudha Thaib

Raudha Thaib

sastrawati, budayawati, dan akademisi asal Indonesia serta ahli waris Kerajaan Pagaruyung

Upita Agustine
250px-Raudha_Thaib_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Puti Reno Raudhatul Jannah

31 Agustus 1947 (umur 79)
Nama lainPuti Reno Raudhatul Jannah Thaib
AlmamaterUniversitas Andalas
PekerjaanGuru Besar Fakultas Pertanian Unand
Dikenal karena
Pasangan menikah
​
​
(m. 1978;meninggal 2011)​
Anak3
Orang tuaMuhammad Thaib Datuk Penghulu Basa (ayah)
Puti Reno Disma Yang Dipertuan Gadih Gadang (ibu)

Raudha Thaib yang bernama lengkap Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib atau dikenal pula dengan nama pena Upita Agustine, (lahir 31 Agustus 1947)[1] adalah seorang sastrawati, budayawati, dan akademisi asal Indonesia serta ahli waris Kerajaan Pagaruyung.[2][3] Ia merupakan istri dari sastrawan Wisran Hadi. Saat ini ia menjadi Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatera Barat berdasarkan Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) pada bulan Juni 2010.[4][5]

Riwayat Hidup

Pendidikan dan karier akademik

Raudha Thaib dilahirkan di Pagaruyung, Tanjung Emas, Tanah Datar pada 31 Agustus 1947 dari pasangan Muhammad Thaib Datuak Panghulu Basa, seorang guru dan Puti Reno Disma Yang Dipertuan Gadih Gadang. Ia merupakan kakak dari Muhammad Taufiq Thaib. Raudha mengenyam pendidikan di SR Batusangkar (1960), SMP Batusangkar (1963), dan SMA Batusangkar (1966). Ia meraih gelar Sarjana Pertanian (Insinyur) dari Universitas Andalas (Unand) pada 1971.[4] Kemudian, ia menjadi dosen di almamaternya. Ia pernah menjabat Ketua Laboratorium Teknologi Benih, Ketua Program Studi Teknologi Benih, dan Senat Akademik Fakultas Pertanian Unand.[6] Ia meraih gelar Magister Pertanian pada 1997 dan Doktor pada 2007.[7][8]

Raudha mengajar pada program studi Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Andalas, Padang. Pada tahun 2010, ia dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Andalas, dan menjadi satu-satunya guru besar bidang ilmu teknologi benih di fakultas tersebut pada saat itu.[9] Pada 2017, dalam umur 70 tahun ia pensiun sebagai dosen di Unand.[10]

Karier penulis

Ia mulai menulis ketika bersekolah di Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang. Mengikuti banyak penulis yang menggunakan nama pena, maka ia menyingkat nama kecilnya menjadi sebuah nama pena: Upita Agustine. Nama itu diambil dari Upik Tando dan bulan Agustus yang merupakan bulan kelahirannya.[11]

Sebagai seorang penulis puisi, Upita tergolong cukup produktif. Puisi-puisinya yang dipublikasikan antara lain: Bianglala (1973), Dua Warna (1975; bersama Hamid Jabbar), Terlupa dari Mimpi (1980), Sunting (1995; bersama Yvonne de Fretes), antologi Laut Biru Langit Biru (1977), Tonggak 3 (1987), dan Ungu: Antologi Puisi Wanita Penyair Indonesia (1990).[1][12]

Kehidupan pribadi

Raudha Thaib menikah dengan Wisran Hadi pada 1978. Mereka memiliki tiga orang putra bernama Sutan Ahmad Riyadh, Sutan Muhammad Ridha (alm.), dan Sutan Muhammad Thoriq.[6]

Karya

  • Bianglala (1973);
  • Dua Warna: Antologi Puisi (1975; bersama Hamid Jabbar);
  • Laut Biru Langit Biru: Bungarampai Sastra Indonesia Mutaakhir (1977);
  • Terlupa dari Mimpi (1980);
  • Tonggak 3: Antologi Puisi Indonesia Modern (1987);
  • Ungu: Antologi Puisi Wanita Penyair Indonesia (1990);
  • Selection of Poems by Raudha Thaib (1990);
  • Perisa 1: Jurnal Puisi Melayu (1993);
  • Sunting (1995; bersama Yvonne de Fretes);
  • Hawa 29 Penyair: Kumpulan Puisi 29 Penyair Sumatera Barat (1996);
  • Antologi Puisi Indonesia: volume 2 (1997);
  • Matrilineal System in Minangkabau Culture (1997);
  • Antologi Puisi Sumatera Barat: Kumpulan Puisi 21 Penyair Sumatera Barat (1999);
  • Carito Niniek Reno: Cerita Rakyat (2002);

Referensi

  1. 1 2 "Upita Agustine". Ensiklopedia Sastra Indonesia. Diakses tanggal 2022-11-23.
  2. ↑ "Artikel "Upita Agustine" - Ensiklopedia Sastra Indonesia". ensiklopedia.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2026-05-30.
  3. ↑ https://www.bookcouncil.sg/images/2022/08/25/SLP2022-Booklet.pdf. Diakses tanggal 2026-05-30.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. 1 2 Profil 200 tokoh aktivis & pemuka masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. ISBN 978-979-8931-00-0.
  5. ↑ https://repositori.kemendikdasmen.go.id/10454/1/ST.BAGAGARSYAH.pdf. Diakses tanggal 2026-05-30.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  6. 1 2 Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 412–414. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 15 Oktober 2023.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ https://kompas.com/travel/read/2009/04/16/00362259/~Oase~Padamu%20Negeri?page=all
  8. ↑ https://pddikti.kemdikbud.go.id/data_mahasiswa/OTQ0MEMyNkUtQkY0NS00N0VGLUE1MUUtQjI2NzhGNkQ3Q0Qx
  9. ↑ https://suprizaltanjung.wordpress.com/2012/05/27/keturunan-raja-pagaruyung-yang-menjadi-guru-besar-unand-2/
  10. ↑ https://www.scribd.com/document/475995258/DUK-DOSEN-2016-perbaikan-xlsx
  11. ↑ Eneste, Pamusuk. Proses Kreatif Jilid 4: Upita Agustine, Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang. Kepustakaan Populer Gramedia.
  12. ↑ Rampan, Korrie Layun (200). Leksikon Susastra Indonesia. Balai Pustaka.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan