Minggu, 04 Oktober 2026
11:08 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Unsur kelumit

unsur dengan konsentrasi rendah

Bagikan:

Unsur kelumit atau mikronutrien merupakan unsur yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam jumlah yang sangat sedikit (kurang dari 0.1 persen per volume [1,000 bagian per juta). Kebutuhan unsur ini bervariasi tergantung spesies yang membutuhkannya.[1] Kekurangan unsur kelumit memiliki hubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Unsur kelumit dapat mengalami defisiensi melalu beragam kondisi, seperti luka bakar, bedah bariatrik, gagal usus, terapi penggantian fungsi ginjal, onkologi, bedah jantung dan penyakit parah lainnya.[2]

Klasifikasi

Berdasarkan klasifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia, unsur ini dibagi menjadi tiga klasifikasi:[3]

Unsur esensial Kromium, Tembaga, Selenium, Molibdenum, Iodin dan Seng
Unsur yang kemungkinan esensial Mangan, Silikon, Nikel, Boron dan Vanadium
Unsur yang berpotensi toksik Fluorin, Timbal, Kadmium, Raksa, dan Litium.

Daftar pustaka

  1. ↑ "Trace element". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 16 September 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Zemrani, Boutaina; Bines, Julie E. (2020-03). "Recent insights into trace element deficiencies: causes, recognition and correction". Current Opinion in Gastroenterology (dalam bahasa American English). 36 (2): 110. doi:10.1097/MOG.0000000000000612. ISSN 0267-1379.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Shaik, Parveen Sultana; Pachava, Srinivas (2017-03-01). "The Role of Vitamins and Trace Elements on Oral Health: A Systematic Review". International Journal of Medical Reviews (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 22–31. doi:10.29252/ijmr-040105. ISSN 2345-525X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan