Selasa, 03 November 2026
05:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ular segitiga-merah

Ular segitiga-merah

Bagikan:
Triangle keelback
250px-Triangle-keelback-xenochrophis-trianguligerus-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xenochrophis trianguligerus dari Taman Nasional Kaeng Krachan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Xenochrophis
Spesies:
X. trianguligerus
Nama binomial
Xenochrophis trianguligerus
(Boie, 1827)

Ular segitiga-merah adalah spesies Natricinae yang terdapat di India hingga kepulauan Nusantara. Dinamakan "ular segitiga-merah" karena ular ini memiliki motif-motif berbentuk segitiga berwarna merah di sisi badannya. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Triangle keelback.

Morfologi

Panjang tubuh ular segitiga-merah mencapai 1.2 meter. Tubuh bagian atas berwarna cokelat-kelabu atau zaitun, dan dihiasi dengan deretan motif "segitiga" berwarna kemerahan [2] dan "segitiga terbalik" berwarna kehitaman yang berselang-seling di sepanjang sisi badannya. Makin ke ekor, warna kemerahan pada sisi badannya makin memudar. Bagian bawah tubuh berwarna keputihan dengan sedikit garis-garis berwarna kehitaman.

Sisik-sisik dorsal (tubuh bagian atas) tersusun sebanyak 19 baris dan berlunas, kecuali satu atau dua deret paling bawah. Sisik ventral (bagian bawah tubuh) sebanyak 134-151 buah. Sisik subkaudal di bagian bawah ekor sebanyak 86-97 pasang, serta sisik anal (penutup anus) berpasangan. Sisik-sisik labial (bibir) sebanyak 9 buah. Sisik anterior temporal sebanyak 2 buah di kedua sisi kepala. Kedua lubang hidungnya mengarah ke atas seperti halnya jenis ular air lainnya.

Sebaran geografis

Ular segitiga-merah tersebar di India (Kep. Nikobar, Arunachal Pradesh), Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia (Sumatra, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Java, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa pulau di sekitarnya), dan Brunei Darussalam.

Ekologi dan perilaku

Ular segitiga-merah menghuni hutan hujan lembap di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter DPL. Ular ini berkelana pada siang hari dan sering ditemukan di dekat perairan seperti sungai, rawa-rawa, kolam, atau persawahan.[2] Seperti jenis Natricinae lainnya, ular ini merupakan perenang yang andal. Makanan utamanya adalah katak, ikan, dan kadal.

Ular segitiga-merah berkembangbiak dengan bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 5 sampai 8 butir.

Galeri

  • Penampang sisi tubuh dan bagian bawah tubuh
    Penampang sisi tubuh dan bagian bawah tubuh
  • Berenang di air
    Berenang di air
  • 500px-Xenoch_triangul_080202-4258_la.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Xenochrophis_trianguligerus%2C_Triangle_keelback_-_Kaeng_Krachan_National_Park_%2826156252866%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Triangle-keelback-xenochrophis-trianguligerus-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ "Xenochrophis trianguligerus". Daftar Merah IUCN Spesies Terancam Punah. 2021. IUCN. 2021. Diakses tanggal 8 Desember 2016.
  2. 1 2 Musthofa, Imam; Ali, Raafi Nur; Pamungkas, Kuncoro Tri (2021). Panduan Lapangan Herpetofauna (Amfibi & Reptil) di Kawasan Ekowisata Desa Jatimulyo. Yogyakarta: Masa Kini. hlm. 91. ISBN 978-623-96813-1-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Xenochrophis trianguligerus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan