Selasa, 29 September 2026
03:14 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Ular sapi

Ular sapi

Ular sapi
250px-Coelognathus_radiatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C. radiatus dalam posisi mengancam
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Coelognathus
Spesies:
C. radiatus
Nama binomial
Coelognathus radiatus
(F. Boie, 1827)[1]
Sinonim
  • Coluber radiatus BOIE 1827
  • Coluber radiatus SCHLEGEL 1837: 135
  • Coluber quadrifasciatus CANTOR 1839
  • Tropidonotus quinque CANTOR 1839
  • Coelognathus radiata FITZINGER 1843
  • Elaphis radiatus DUMÉRIL 1853
  • Plagiodon radiata DUMÉRIL 1853
  • Compsosoma radiatum DUMÉRIL, BIBRON & DUMÉRIL 1854: 292
  • Elaphis (Compsosoma) radiatum BLEEKER 1857
  • Spilotes radiatus GÜNTHER 1858
  • Elaphis radiatus JAN 1863
  • Coluber radiatus BOULENGER 1894: 61
  • Coluber (Compsosoma) radiatus MÜLLER 1895: 203
  • Coluber radiatus WALL 1908: 327
  • Elaphe radiata BARBOUR 1912
  • Elaphe radiata POPE 1929
  • Coelognathus radiatus COCHRAN 1930
  • Elaphe radiata SMITH 1943
  • Elaphe radiata SCHULZ 1996: 219
  • Elaphe radiata MANTHEY & GROSSMANN 1997: 344
  • Elaphe radiata COX et al. 1998: 51
  • Elaphe radiata LAZELL et al. 1999
  • Elaphe radiata CHAN-ARD et al. 1999: 166
  • Coelognathus radiatus GUMPRECHT 2000
  • Coelognathus radiatus UTIGER et al. 2002
  • Elaphe radiata ZIEGLER 2002: 231
  • Coelognathus radiatus WINCHELL 2003
  • Coelognathus radiatus GUMPRECHT 2003
  • Elaphe radiata PAUWELS et al. 2003
  • Coelognathus radiata ZIEGLER et al. 2007
  • Elaphe radiatus MURTHY 2010

Ular sapi, ular lanang sapi atau ular-tikus kepala tembaga (Coelognathus radiatus) adalah spesies ular tikus yang tersebar di daerah tropis India hingga Nusantara.[2][3]

Deskripsi fisik

Panjang tubuh ular sapi mencapai 2,3 meter. Tubuh bagian atas berwarna cokelat muda atau cokelat kekuningan, dengan dua pola garis berwarna hitam yang membentang di sisi badan. Pada punggungnya juga terdapat bercak-bercak kecil berwarna keputihan. Bagian bawah tubuh berwarna keputihan. Kepalanya berwarna cokelat mengilap menyerupai warna tembaga, serta terdapat pola garis berwarna hitam di bagian belakang mata. Di bagian atas kepala, antara kepala dan leher dihiasi garis berwarna hitam.[4]

Penyebaran dan habitat

Ular ini tersebar luas mulai dari India bagian timur, Bangladesh, Nepal, Tiongkok selatan (Fujian, Yunnan, Guangxi, Guangdong, dan Hong Kong), Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Indonesia (Sumatera, Bangka-Belitung, Jawa, dan Kalimantan).[5]

Habitat ular sapi terdiri dari hutan, perkebunan, hingga daerah permukiman penduduk.[4]

Perilaku, makanan, dan reproduksi

Ular sapi adalah salah satu jenis ular tikus yang sering berkeliaran di sekitar manusia. Walaupun begitu, ular ini sangat garang dan mudah marah ketika diganggu. Apabila ular ini diancam atau diganggu, ular ini akan memipihkan lehernya dan melengkungkannya menyerupai bentuk huruf "S", membuka mulutnya, lalu mengayun-ayunkan kepalanya. Ular ini tidak berbisa, tetapi air liur di mulutnya mengandung bakteri sehingga dapat menyebabkan infeksi pada bekas gigitannya.[4]

Seperti halnya spesies ular tikus yang lain, tikus adalah makanan utama ular sapi. Selain tikus, ular ini juga memangsa kadal dan kodok. Karena tidak berbisa, ular ini mebunuh mangsanya dengan cara membelitnya kuat-kuat sampai mangsanya kehabisan napas dan mati, lalu menelannya secara utuh.[4]

Ular sapi berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 5 sampai 15 butir.[4]

Galeri

  • 330px-Coelognathus_radiatus%2C_Copperhead_racer_-_Kaeng_Krachan_District%2C_Phetchaburi_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Coelognathus_radiatus%2C_Copperhead_racer_-_Tat_Mok_Natinoal_Park_%2847571140171%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Coelognathus_radiatus-_Copper_headed_trinket_snake.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Copper_Headed_Trinket_Snake-_threat_display.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Copper_Headed_Trinket_Snake-_Close_peace_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-IMG_Copper_Headed_Trinket_Snake.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Copper_Headed_Trinket_Snake-_Close_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Copper_Headed_Trinket_Snake-_threat_display1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  • Barbour, Thomas (1912). Some Chinese Vertebrates: Amphibia and Reptilia. Memoirs of the Museum of Comparative. Zoölogy 40 (4): 125-136
  • Boie, F. (1827). Bemerkungen über Merrem's Versuch eines Systems der Amphibien, 1. Lieferung: Ophidier. Isis van Oken, Jena, 20: 508-566.
  • Cantor, T. E. (1839). Spicilegium serpentium indicorum [part 1]. Proc. Zool. Soc. London 1839: 31-34
  • Chan-ard,T.; Grossmann,W.; Gumprecht,A. & Schulz,K. D. (1999). Amphibians and reptiles of peninsular Malaysia and Thailand - an illustrated checklist. [bilingual English and German]. Bushmaster Publications, Würselen, Germany, 240 pp.
  • Duméril, ANDRÉ MARIE CONSTANT (1853). Prodrome de la classification des reptiles ophidiens. Mém. Acad. Sci., Paris, 23: 399-536
  • Gumprecht, A. (2003). Anmerkungen zu den Chinesischen Kletternattern der Gattung Elaphe (sensu lato) Fitzinger 1833. Reptilia (Münster) 8 (6): 37-41
  • Helfenberger, Notker (2001). Phylogenetic relationship of Old World Ratsnakes based on visceral organ topography, osteology, and allozyme variation. Russ. J. Herpetol. (Suppl.), 56 pp.
  • Schmidt, D. (1983). Die Strahlennatter, Elaphe radiata (Schlegel). Elaphe 1983 (3): 33-36
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan