Kamis, 22 Oktober 2026
01:20 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Ular karbon

Ular karbon

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)
250px-Carbon_snake2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Eksperimen ular karbon

Ular karbon adalah sebuah demonstrasi reaksi dehidrasi gula oleh asam sulfur terkonsentrat. Dengan asam sulfur terkonsentrat, gula meja tergranulasi (sukrosa) menunjukkan reaksi degradasi yang mengubah bentuknya menjadi campuran padat-cair hitam.[1] Eksperimen ular karbon bisa disalahpahami sebagai ular hitam, "ular gula", atau reaksi "ular terbakar", semua nama itu menggunakan natrium bikarbonat daripada asam sulfur.

Penjelasan

Asam sulfur terkonsentrat bisa membuat reaksi dehidrasi dengan gula putih. Setelah tercampur, warnanya berubah dari putih menjadi kecokelatan dan perlahan-lahan akan berubah menjadi hitam. Ekspansi dari campurannya merupakan hasil dari penguapan air dan CO2 didalam tempatnya. Gasnya mengembangkan campurannya untuk membuat sebuah bentuk mirip dengan ular, dan memberikan bau gula terbakar.[1] Granularitas dari gula yang dipakai sangat memengaruhi reaksinya: bubuk gula bereaksi sangat cepat, tapi gula berbentuk kubus memerlukan lebih banyak waktu untuk bereaksi.[2]

Ketika sukrosa didehidrasi, kalor diberikan ke ruang sekitarnya dalam reaksi eksotermik, sementara grafit dan air dibuat dari penguraian gula tersebut:[3]

C12H22O11 (s) + H2SO4 (aq) + 1/2 O2 (g) → 11 C (s) + CO2 (g) + 12 H2O (g) + SO2 (g)

Ketika asamnya mengurai sukrosa, air yang telah dibuat akan menetralkan asam sulfurnya, mengeluarkan energi dalam bentuk kalor.

C12H22O11 (s) → 12 C (s) + 11 H2O (l)

Eksperimen Alternatif

Paranitroanilin bisa digunakan daripada gula, jika eksperimennya dilakukan di dalam sungkup asap.[4] Dengan metode ini fase reaksi sebelum ular hitam terlihat akan menjadi lebih lama, tapi setelah selesai, ular hitamnya naik dari tempatnya dengan sangat cepat.[5] Reaksi ini bisa menimbulkan ledakan jika digunakan terlalu banyak asam sulfur.[6]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 Shakhashiri, Bassam Z.; Shreiner, Rodney; Bell, Jerry A. (2011). "1.32 Dehydration of Sugar by Sulfuric Acid". Chemical Demonstrations a handbook for teachers of chemistry volume 1. University of Wisconsin press. hlm. 77–78. ISBN 978-0-299-08890-3.
  2. ↑ Don't Try This at Home - 3 - Sulfuric Acid and Sugar (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2022-01-31
  3. ↑ Roesky, Herbert W. (2007). "Experiment 6: Sugar coal by splitting off water from sugar with sulfuric acid". Spectacular Chemical Experiment. Wiley. hlm. 17. ISBN 978-3-527-31865-0.
  4. ↑ Summerlin, Lee R.; Ealy, James L. (1988). "Experiment 100: Dehydration of p-Nitroaniline: Sanke and Puff". Chemical Demonstrations: A Sourcebook for Teachers Volume 1 (Edisi 2nd). American Chemical Society. hlm. 171. ISBN 978-0-841-21481-1.
  5. ↑ "Carbon Snake: demonstrating the dehydration power of concentrated sulfuric acid". communities.acs.org (dalam bahasa Inggris). 2013-06-06. Diakses tanggal 2022-01-31.
  6. ↑ Making a carbon snake with P-Nitroaniline (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2022-01-31

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Carbon snake.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan